<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711317">
 <titleInfo>
  <title>CAPACITY BUILDING PEMERINTAH DALAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MELALUI URBAN FARMING DI KECAMATAN MEURAXA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAUDHATUL JANNAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan, khususnya di Kota Banda Aceh, menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan. Kecamatan Meuraxa sebagai salah satu wilayah di Kota Banda Aceh menghadapi tekanan urbanisasi, keterbatasan anggaran, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan pertanian perkotaan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mengembangkan urban farming sebagai cara dalam memperkuat ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capacity building pemerintah dalam peningkatan ketahanan pangan melalui urban farming di Kecamatan Meuraxa, dengan menggunakan teori capacity building. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan urban farming di Kecamatan Meuraxa belum sepenuhnya berjalan optimal, dari sembilan Gampong yang rentan Pangan di kecamatan Meuraxa hanya tiga Gampong yang ikut melaksanakan program Urban farming (P2L). Selain itu, terbatasan sumber daya manusia terlihat dari rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta belum maksimalnya pendampingan teknis. Koordinasi antar pelaksana program masih lemah dan belum terintegrasi secara efektif. Adapun hambatan dalam peningkatan ketahanan pangan adalah keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia dan ketergantungan pada pendanaan dari pemerintah pusat membatasi fleksibilitas pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi pertanian perkotaan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya capacity building masih memerlukan penguatan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperkuat sistem monitoring dan evaluasi program urban farming, mendukung pengembangan urban farming yang sesuai dengan kondisi perkotaan, dan mendorong kebijakan yang adaptif terhadap perubahan, mobilitas, dan keadaan.&#13;
Kata kunci: capacity building, ketahanan pangan, urban farming, Kecamatan&#13;
                    Meuraxa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 11:05:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 11:07:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>