<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711309">
 <titleInfo>
  <title>GEOLOGI DAN GEOKIMIA BATUGAMPING FORMASI TEUNOM SEBAGAI POTENSI BAHAN BAKU SEMEN MENGGUNAKAN METODE X-RAY FLOURESCENCE DI KECAMATAN SAMPOINIET, KABUPATEN ACEH JAYA, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Fajriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan pembangunan infrastruktur nasional mendorong kebutuhan semen yang semakin besar, sehingga diperlukan ketersediaan bahan baku batugamping dengan kualitas yang memenuhi standar industri. Kabupaten Aceh Jaya diketahui memiliki potensi batugamping, khususnya pada formasi batugamping teunom, namun kajian terintegrasi mengenai kondisi geologi, geomorfologi, dan kualitas geokimianya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi geologi dan geomorfologi daerah penelitian serta mengevaluasi potensi batugamping teunom sebagai bahan baku industri semen di Desa Seumantok, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi dan geomorfologi lapangan, analisis struktur geologi, analisis petrografi sayatan tipis, serta analisis geokimia menggunakan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas empat satuan batuan utama, yaitu Satuan Meta-Batulanau Woyla (Muwms), Satuan batugamping Teunom (Mutlr), Satuan Diorit Sikuleh (Miskd), dan Satuan Endapan Aluvium (Qh). Struktur geologi dicirikan oleh kekar non-vein dan kekar vein dengan orientasi tegasan utama NE–SW, yang mengindikasikan lebih dari satu tahap deformasi serta pengaruh aktivitas hidrotermal. Berdasarkan klasifikasi geomorfologi Van Zuidam (1983), daerah penelitian tersusun atas beberapa satuan geomorfologi utama yang meliputi bentang alam karst, perbukitan dan lereng karst denudasional (K3), lembah kering (dry valley) (K11), satuan denudasional dengan tingkat erosi sedang hingga parah (D2), serta satuan fluvial berupa tubuh sungai (F1) dan teras fluvial (F6). Keberadaan satuan-satuan geomorfologi tersebut mencerminkan dominasi proses pelarutan karst, denudasi, dan aktivitas fluvial. Analisis petrografi menunjukkan litofasies mudstone (TF 01) dan crystalline carbonate (TF 05) berdasarkan klasifikasi Dunham (1962), yang mencerminkan lingkungan pengendapan berenergi rendah pada zona back reef–lagoon menurut Tucker dan Wright (1990) serta termasuk Fasies 8 (Platform Interior Restricted) menurut Flügel (2004). Analisis XRF menunjukkan kadar CaO sebesar 99,53% dan 99,25% dengan MgO 0%, sehingga tergolong pure limestone (Todd, 1966) dan memenuhi standar SNI-15-2049-2004 serta kriteria bahan baku semen PT. Semen Padang dan PT. Solusi Bangun Andalas. Batugamping Formasi Teunom berpotensi sangat baik sebagai bahan baku industri semen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711309</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 10:56:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 11:01:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>