<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711271">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MENINGKATNYA JUMLAH PEREMPUAN DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN (DPRK) ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syawaldi Aklas</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak dilaksanakannya pemilu di Indonesia untuk pertama kali pada tahun 1955, sudah dapat dilihat adanya partisipasi perempuan. Tetapi partisipasi tersebut hanya berupa hak-hak pilih. Keberadaan perempuan di dalam politik belum dapat dikatakan setara dengan keberadaan laki-laki. Kecilnya angka persentase kursi perempuan dibandingkan dengan kursi laki-laki yang belum seimbang ini juga disebabkan oleh factor dukungan dari masyarakat. Melihat kenaikan perolehan kursi legislatif perempuan di DPRK Aceh Selatan. Kenaikan jumlah kursi legislatif yang di raih perempuan di DPRK Aceh Selatan menjadi sebuah capaian penting dalam mendorong keterwakilan gender yang lebih seimbang dalam pengambilan kebijakan public di daerah. Tujuan penlitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong kenaikan jumlah anggota DPRK perempuan dan untuk mengetahui bagaimana eksistensi perempuan di legislatif DPRK Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keterwakilan perempuan di DPRK Aceh Selatan dipengaruhi oleh faktor struktural, sosial, personal, dan dukungan lingkungan. Kebijakan afirmatif kuota 30% menjadi faktor utama yang membuka peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam politik dan mendorong partai merekrut kader perempuan. Perubahan nilai sosial membuat masyarakat semakin menerima peran perempuan di ranah politik selama tetap sesuai norma keislaman. Selain itu, pengalaman pribadi, dukungan keluarga, dan lingkungan memperkuat motivasi serta kepercayaan diri perempuan meskipun masih menghadapi tantangan domestik. Kehadiran perempuan di DPRK terbukti meningkatkan kualitas representasi dan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Diharapkan komitmen nyata partai politik dan perubahan budaya politik yang inklusif, disertai edukasi masyarakat, untuk mendukung dan meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Analisis Faktor-Faktor, Perempuan, DPRK, Aceh Selatan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN - POLITICAL ORGANIZATIONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LEGISLATORS - ROLE AND FUNCTION</topic>
 </subject>
 <classification>328.33</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711271</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 23:10:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 10:07:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>