<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711259">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN STUDI KARAKTERISTIK BATUPASIR FORMASI JULU RAYEU BERDASARKAN ANALISIS PROVENANCE DI KECAMATAN KARANG BARU, KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rikza Laini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lokasi penelitian terletak pada Kecamatan Karang Baru dan sekitarnya, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Terdiri dari Formasi Seureula (Tps), Formasi Julu Rayeu (QTjr), dan Formasi Idi (Qpi). Kabupaten Aceh Tamiang terletak di Cekungan Sumatera Utara. Cekungan ini dikenal memiliki potensi hidrokarbon yang signifikan, sehingga penting untuk memahami kondisi geologi dan karakteristik batupasir pada wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, menganalisis karakteristik batupasir, tingkatan diagenesis, dan menganalisis pembentukan asal batupasir, iklim purba, serta tatanan tektonik. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi, analisis petrografi dan point counting. Hasil yang dicapai dari penelitian ini terdapat dua (2) satuan geomorfologi (Van Zuidam, 1985) yaitu satuan geomorfologi perbukitan dan lereng denudasional yang tererosi kecil (D1) dengan pola aliran dendritic dan satuan gemorfologi dataran (D5) dengan pola aliran rectangular. Satuan batuan penyusun lokasi penelitian terdapat empat (4) satuan yaitu satuan selang seling batupasir dan batulumpur (Tps), satuan selang seling batupasir (QTjr), satuan endapan idi (Qpi), dan satuan selang seling batupasir QTjr-endapan Qpi. Karakteristik batupasir pada Formasi Seureula dan Formasi Julu Rayeu diklasifikasikan menurut Pettijohn (1975) diinterpretasikan sebagai lithic arenite. Tingkatan diagenesis Formasi Julu Rayeu berdasarkan kontak antar butirnya menunjukkan bahwa batupasir memiliki kontak antar butir floating contact yang berada pada tahap eogenesis. Klasifikasi tatanan tektonik dan penentuan batuan asal oleh Dickinson dan Suzeck (1979) yang menunjukan bahwa batupasir Formasi Julu Rayeu sebagai batuan yang berasal dari tatanan tektonik recycled orogen dengan subkategori foreland uplift. Iklim purba pada lokasi penelitian termasuk kedalam sumber metamorf yang terbentuk pada kondisi iklim lembab (humid climate).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711259</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 22:02:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 09:43:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>