EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA TUBEROSA) DARI ACEH TERHADAP RNBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA TUBEROSA) DARI ACEH TERHADAP RNBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS


Pengarang

MUTIA IHSANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Roslizawaty - 196901192003122001 - Dosen Pembimbing I
M. Daud AK - 198609112016011101 - Dosen Pembimbing II
Hennivanda - 197509082006042001 - Penguji
Nora Usrina - 199308012022032014 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2202101010134

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Bakteri Streptcoccus mutans (S. mutans) berfungsi dalam pembentukan plak serta terjadinya karies gigi. Penanganan infeksi yang disebabkan oleh S. mutans umumnya melibatkan penggunaan agen antibakteri sintetik. Namun, penggunaan jangka panjang dari antibiotik dapat menimbulkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif tanaman obat salah satunya sarang semut (Myrmecodia tuberosa) asal Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daya hambat ekstrak M. tuberosa dari Aceh terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans sebagai indikator aktivitas antibakteri. Metode penelitian yang dilakukan yakni metode eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap, dengan enam kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak sarang semut yaitu: P1 (50%), P2 (25%), P3 (12,5%), P4 (6,25%), P5 (kontrol negatif CMC 1%) serta P6 (kontrol positif Chlorheksidin 0,2%). Setiap perlakukan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Penelitian menggunakan metode Kirby-Bauer dan analisis data menggunakan One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji antibakteri menunjukan zona hambat bakteri pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% yaitu: 16 mm; 14,08 mm; 12,97 mm; dan 10,975 mm. Ekstrak dengan konsentrasi 50% menunjukan zona hambat yang paling besar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak M. tuberosa asal Aceh memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. mutans.

Kata kunci: Antibakteri, Myrmecodia tuberosa; dan Streptococcus mutans

The bacterium S. mutans played a major role in dental plaque formation and the development of dental caries. Infections caused by S. mutans were commonly treated using synthetic antibacterial agents; however, prolonged use of antibiotics could lead to bacterial resistance. Therefore, alternative antibacterial agents derived from medicinal plants were needed, one of which was the ant nest plant (Myrmecodia tuberosa) from Aceh. This study aimed to evaluate the antibacterial activity of M. tuberosa extract from Aceh against S. mutans. This research was conducted as a laboratory experimental study using a completely randomized design with six treatment groups: P1 (50%), P2 (25%), P3 (12.5%), P4 (6.25%), P5 (negative control, 1% CMC), and P6 (positive control, 0.2% chlorhexidine). Each treatment was performed in triplicate. Antibacterial activity was assessed using the Kirby-Bauer disk diffusion method, and the data were analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s multiple range test. The results showed inhibition zones at extract concentrations of 50%, 25%, 12.5%, and 6.25%, measuring 16.00 mm, 14.08 mm, 12.97 mm, and 10.975 mm, respectively. The extract at a concentration of 50% produced the largest inhibition zone. Based on the results of this study, it was concluded that M. tuberosa extract from Aceh had an antibacterial effect against S. mutans Keyword: Antibacterial, Myrmecodia tuberosa; and Streptococcus mutans

Citation



    SERVICES DESK