<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711239">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA TUBEROSA) DARI ACEH TERHADAP RNBAKTERI STREPTOCOCCUS MUTANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUTIA IHSANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bakteri Streptcoccus mutans (S. mutans) berfungsi dalam pembentukan plak serta terjadinya karies gigi. Penanganan infeksi yang disebabkan oleh S. mutans umumnya melibatkan penggunaan agen antibakteri sintetik. Namun, penggunaan jangka panjang dari antibiotik dapat menimbulkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan alternatif tanaman obat salah satunya sarang semut (Myrmecodia tuberosa) asal Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi daya hambat ekstrak M. tuberosa dari Aceh terhadap pertumbuhan bakteri S. mutans sebagai indikator aktivitas antibakteri. Metode penelitian yang dilakukan yakni metode eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap, dengan enam kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak sarang semut yaitu: P1 (50%), P2 (25%), P3 (12,5%), P4 (6,25%), P5 (kontrol negatif CMC 1%) serta P6 (kontrol positif Chlorheksidin 0,2%). Setiap perlakukan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Penelitian menggunakan metode Kirby-Bauer dan analisis data menggunakan One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil uji antibakteri menunjukan zona hambat bakteri pada konsentrasi 50%, 25%, 12,5% dan 6,25% yaitu: 16 mm; 14,08 mm; 12,97 mm; dan 10,975 mm. Ekstrak dengan konsentrasi 50% menunjukan zona hambat yang paling besar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak M. tuberosa asal Aceh memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. mutans.&#13;
&#13;
Kata kunci: Antibakteri, Myrmecodia tuberosa; dan Streptococcus mutans</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711239</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 19:39:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 09:57:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>