DAMPAK BANTUAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT TERHADAP KEMANDIRIAN PETANI DI KABUPATEN SIMALUNGUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

DAMPAK BANTUAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT TERHADAP KEMANDIRIAN PETANI DI KABUPATEN SIMALUNGUN


Pengarang

INDAH APRILIA PASARIBU - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sofyan - 196611051992031004 - Dosen Pembimbing I
Lukman Hakim - 197811032006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010086

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.18

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usahatani padi memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Namun, keterbatasan petani dalam mengakses input pertanian berkualitas, khususnya benih unggul, yang masih menjadi kendala yang berdampak pada produktivitas dan kemandirian petani. Pemerintah menyalurkan bantuan benih padi bersertifikat sebagai upaya menekan biaya produksi, mengurangi risiko usahatani, serta mendorong petani mengelola usahatani secara mandiri. Di Kabupaten Simalungun, fluktuasi luas panen dan produksi padi menunjukkan bahwa peningkatan produksi belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan kemandirian petani. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bantuan benih padi bersertifikat terhadap tingkat kemandirian petani di Kabupaten Simalungun.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Simalungun, tepatnya di Kecamatan Siantar dan Kecamatan Tanah Jawa. Populasi penelitian mencakup 207 petani penerima bantuan benih padi bersertifikat, dan penentuan sampel sebanyak 68 petani dilakukan menggunakan teknik proporsional random sampling dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner, sedangkan data sekunder adalah data pendukung yang digunakan hanya untuk memperkuat latar belakang penelitian dan menggambarkan kondisi umum wilayah penelitian, yang diperoleh melalui data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun dan dinas pertanian. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan benih padi bersertifikat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian petani di Kabupaten Simalungun. Variabel modal, aset produktif dan sarana produksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemandirian petani di Kabupaten Simalungun. Secara parsial, variabel modal dan aset produktif berpengaruh signifikan, sedangkan sarana produksi berpengaruh positif namun tidak signifikan. Bantuan benih padi bersertifikat berperan penting dalam meningkatkan kemandirian petani, khususnya dalam pengelolaan modal dan pemenuhan aset produktif usahatani. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kemandirian petani di Kabupaten Simalungun memerlukan pergeseran pendekatan dari kebijakan berbasis bantuan menuju pemberdayaan petani yang menekankan penguatan ekonomi dan pengelolaan usahatani secara berkelanjutan.

Rice farming plays a strategic role in maintaining food security and improving the welfare of farmers in Indonesia. However, farmers' limited access to quality agricultural inputs, particularly superior seeds, remains a barrier that impacts their productivity and independence. The government distributes certified rice seed assistance as an effort to reduce production costs, mitigate farming risks, and encourage farmers to manage their farms independently. In Simalungun Regency, fluctuations in harvested area and rice production indicate that increased production has not been fully accompanied by increased farmer independence. Therefore, this study aims to analyze the impact of certified rice seed assistance on the level of farmer independence in Simalungun Regency. This research was conducted in Simalungun Regency, specifically in Siantar and Tanah Jawa Districts. The study population included 207 farmers receiving certified rice seed assistance, and a sample of 68 farmers was determined using proportional random sampling with the Slovin formula at a 10% margin of error. The data used were primary data obtained through interviews and questionnaires. Secondary data, supporting data used only to strengthen the research background and describe the general conditions of the study area, were obtained from the Simalungun Regency Statistics Agency (BPS) and the Agriculture Service. The analytical methods used were descriptive statistical analysis and multiple linear regression. The results showed that certified rice seed assistance had a positive and significant effect on farmer independence in Simalungun Regency. Capital, productive assets, and production facilities simultaneously had a significant effect on farmer independence in Simalungun Regency. Partially, capital and productive assets had a significant effect, while production facilities had a positive but insignificant effect. Certified rice seed assistance plays a significant role in increasing farmer independence, particularly in capital management and fulfilling productive farm assets. Therefore, this study concludes that increasing farmer independence in Simalungun Regency requires a shift in approach from an aid-based policy to farmer empowerment, which emphasizes economic strengthening and sustainable farm management.

Citation



    SERVICES DESK