<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711187">
 <titleInfo>
  <title>UJI POTENSI BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN PALA TERHADAP PENYAKIT MATI MERANGGAS YANG DISEBABKAN OLEH LASIODIPLODIA THEOBROMAE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAYA KHAIRIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh merupakan salah satu provinsi penghasil pala terbesar di Indonesia. Tanaman pala (Myristica fragrans H.) merupakan tanaman rempah bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Namun dalam budidaya pala, petani mengalami kendala berbagai ancaman penyakit tanaman, salah satunya penyakit mati meranggas yang disebabkan oleh cendawan patogen Lasiodiplodia theobromae. Serangan penyakit mati meranggas dapat menurunkan hasil hingga 70%. Upaya pengendalian konvensional seperti pemangkasan pada cabang pohon terinfeksi serta penggunaan fungisida telah dilakukan oleh petani, namun efektivitasnya masih terbatas karena kurangnya pemahaman petani terkait biologi patogen serta pengaruh lingkungan terhadap siklus hidup penyakit. Oleh karena itu dibutuhkan pengendalian yang mampu menekan populasi patogen secara spesifik seperti bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bakteri endofit asal tanaman pala terhadap penyakit mati meranggas yang disebabkan oleh L. theobromae. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Isolat bakteri endofit merupakan hasil eksplorasi dari tanaman pala, yang diduga merupakan Pasudomonas, Bacillus 1., Bacillus 2., dan Agrobacterium. Pengujian bakteri endofit dilakukan pada bibit pala berumur tiga bulan melalui metode perendaman perakaran bibit pala ke dalam suspensi bakteri endofit dengan kerapatan 108 CFU/ml selama tiga jam. Empat belas hari setelah aplikasi bakteri endofit, bibit pala diinokulasi dengan patogen L. theobromae dengan cara menempelkan potongan media agar isolat patogen pada pangkal batang bibit pala. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi masa inkubasi gejala layu akibat infeksi&#13;
L. theobromae, insidensi penyakit mati meranggas, bobot basah dan bobot kering tanaman, panjang diskolorasi pembuluh batang, serta aktivitas enzim peroksidase pada bibit pala. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bakteri endofit berhasil menekan perkembangan patogen dan insidensi penyakit (0,00%), yang menandakan bahwa kolonisasi patogen berhasil ditekan secara efektif, sehingga layu sistemik tidak terjadi. Perlakuan Bacillus 2 memberikan respon pertumbuhan tertinggi dengan bobot basah 20,63 g, bobot kering 5,88 g, dan kadar air 72,76%, mencerminkan akumulasi biomassa yang optimal sebagai hasil kesimbangan fotosintesis dan respirasi. Bacillus 2 juga menunjukkan kemampuan terbaik dalam menekan diskolorasi pembuluh tanaman, yaitu 0,5 cm. Hal ini menunjukkan kemampuan mekanisme antagonisme langsung bakteri endofit dalam membatasi perkembangan patogen. Sementara itu, aktivitas peroksidase (POD) tertinggi ditunjukkan oleh tanaman dengan perlakuan Bacillus 1 dengan POD 0,915, yang menandakan bahwa isolat ini terbaik dalam memicu respon pertahanan alami tanaman. &#13;
Bakteri endofit asal tanaman pala efektif sebagai agens hayati terhadap Lasiodiplodia theobromae penyebab penyakit mati meranggas, yang ditunjukkan dengan insidensi penyakit 0,00% dan mencegah terjadinya layu sistemik. Meskipun isolat endofit tidak meningkatkan bobot tanaman secara signifikan, keberadaannya tetap berperan dalam melindungi tanaman dari perkembangan penyakit. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711187</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 15:57:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 16:05:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>