<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711157">
 <titleInfo>
  <title>IMPLIKASI POLA PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP RNSUHU PERMUKAAN DENGAN ASPEK SOSIO-ECONOMIC DAN RNBIO-PHYSIC DI SUB-DAS LAUT TAWAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mursal Fahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi di Sub DAS Laut Tawar (Aceh Tengah) ini, menunjukkan perubahan biofisik dan &#13;
sosio‑ekonomi signifikan antara 2015–2024. Populasi meningkat dari 196.090 menjadi &#13;
232.606 jiwa (rata‑rata 2,3% per tahun), dengan kepadatan tinggi di Bebesen (905 &#13;
jiwa/km²), Bies (312 jiwa/km²) dan Kebayakan (350 jiwa/km²). Analisis citra satelit &#13;
mengungkap pergeseran LST dari dominasi 11–23℃ (2015) ke ekspansi 18–32℃ &#13;
(2024), berkaitan dengan penurunan tutupan vegetasi (NDVI) dan konversi lahan untuk &#13;
permukiman serta infrastruktur. Topografi pegunungan dan kemiringan curam &#13;
memoderasi efek termal sehingga area elevasi tinggi mempertahankan LST lebih &#13;
rendah. Klasifikasi LULC tervalidasi dengan baik (Overall Accuracy 90,5%; Kappa &#13;
89,04%), mendukung analisis spasial. Secara ekonomi total PDRB meningkat dari &#13;
Rp5,89 miliar menjadi Rp10,72 miliar (+82%), dengan sektor pertanian, kehutanan, dan &#13;
perikanan tetap dominan (45,9% pada 2024) namun sektor non‑agraris (perdagangan, &#13;
konstruksi, akomodasi) tumbuh pesat (mis. akomodasi +206,5%). Interaksi antara &#13;
urbanisasi, degradasi vegetasi, dan transformasi ekonomi mempercepat kenaikan LST, &#13;
mengurangi infiltrasi, dan meningkatkan risiko limpasan serta sedimentasi. Implikasi &#13;
kebijakan meliputi perlunya zonasi konservasi di tangkapan air, pengendalian ekspansi &#13;
permukiman di dataran rendah, serta penerapan agroforestry dan green infrastructure &#13;
untuk meredam kenaikan suhu, memperbaiki infiltrasi, dan menjaga ketahanan &#13;
hidrologi serta produktivitas agrikultur. Rekomendasi operasional yang diusulkan &#13;
mencakup penguatan kapasitas masyarakat untuk konservasi tanah, insentif praktik &#13;
pertanian berkelanjutan, pemantauan LST dan NDVI berkala, serta integrasi data spasial &#13;
ke dalam perencanaan daerah untuk menyeimbangkan tujuan pembangunan ekonomi &#13;
dan pelestarian fungsi ekosistem jangka panjang serta mendukung kebijakan adaptasi &#13;
berbasis bukti lokal.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711157</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 14:29:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 14:33:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>