<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711133">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH BEBAN TERHADAP RASIO PENCAMPURAN MINYAK BAN DALAM BEKAS MOBIL BUS DENGAN BAHAN BAKAR BIOSOLAR TERHADAP PEFORMANCERNMESIN DIESEL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridho Muhlisin Siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban terhadap performa mesin diesel yang menggunakan campuran&#13;
biosolar dan minyak hasil pirolisis ban dalam bekas mobil bus. Pengujian dilakukan secara eksperimental menggunakan&#13;
mesin diesel Yanmar TF65R pada putaran konstan 1900 rpm dengan variasi beban 1500 W, 2000 W, dan 2500 W serta&#13;
campuran bahan bakar MB-0, MB-30, MB-40, dan MB-50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya mesin meningkat&#13;
seiring bertambahnya beban pada seluruh variasi bahan bakar, di mana daya tertinggi diperoleh pada MB-0 sebesar 0,603&#13;
kW pada beban 2500 W, sedangkan daya terendah terjadi pada MB-50 sebesar 0,544 kW pada beban 1500 W. Konsumsi&#13;
bahan bakar spesifik (BSFC) terendah diperoleh pada MB-0 yaitu 0,710–0,719 kg/kWh, sementara BSFC tertinggi terjadi&#13;
pada MB-50 dengan nilai 1,001–1,037 kg/kWh, yang menunjukkan peningkatan konsumsi bahan bakar seiring&#13;
bertambahnya fraksi minyak ban. Efisiensi termal tertinggi dicapai oleh MB-0 sebesar 12,07% pada beban 1500 W,&#13;
sedangkan efisiensi terendah diperoleh pada MB-50 sebesar 7,90% pada beban 2500 W. Secara keseluruhan, peningkatan&#13;
fraksi minyak ban dalam campuran bahan bakar cenderung menurunkan daya dan efisiensi termal mesin, namun minyak&#13;
hasil pirolisis ban dalam bekas mobil bus tetap berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif campuran Biosolar&#13;
pada mesin diesel.&#13;
&#13;
Kata Kunci: mesin diesel, minyak ban dalam bekas, pirolisis, biosolar, beban mesin, performa mesin.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711133</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 12:24:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 14:13:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>