PERAN ISTRI DALAM UPAYA PENGENDALIAN PERILAKU MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

PERAN ISTRI DALAM UPAYA PENGENDALIAN PERILAKU MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DI ACEH


Pengarang

Hasrizal Saffutra - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mustanir - 196605101993031002 - Dosen Pembimbing I
Dedy Syahrizal - 197912032003121001 - Dosen Pembimbing II
Rizanna Rosemary - 197505142008012021 - Dosen Pembimbing III



Nomor Pokok Mahasiswa

2107301010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Doktor Ilmu Kedokteran / PDDIKTI : 11001

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.856

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Latar belakang: Perilaku merokok masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi tinggi pada laki-laki, termasuk di Provinsi Aceh. Kuatnya norma sosial, budaya, dan konteks religius menjadikan pengendalian perilaku merokok di ruang publik relatif sulit, sehingga keluarga menjadi arena penting untuk perubahan perilaku. Dalam konteks ini, istri—khususnya istri—memiliki posisi strategis, namun peran dan strategi mereka dalam mendorong penghentian perilaku merokok masih belum banyak dikaji secara mendalam, terutama di wilayah dengan keterbatasan sosial ekonomi.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 21 istri (istri) yang suaminya merupakan mantan perokok, di tiga kabupaten termiskin di Aceh, yaitu Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Pidie Jaya. Analisis data dilakukan menggunakan thematic analysis dengan bantuan perangkat lunak NVivo versi 15.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri berperan sebagai aktor utama dalam pengendalian dan penghentian perilaku merokok di tingkat keluarga. Sikap istri berkembang dari penerimaan hingga tanggung jawab, yang diwujudkan melalui ketegasan, kepedulian, dan konsistensi. Istri menerapkan kontrol sosial informal melalui kombinasi pendekatan persuasif dan koersif, termasuk negosiasi, pelarangan, monitoring, dan penguatan berkelanjutan. Meskipun menghadapi penolakan awal dan konflik rumah tangga, istri mampu mengawal keberhasilan dan pemeliharaan perilaku berhenti merokok.
Kesimpulan: Penguatan peran istri dalam keluarga merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam pengendalian perilaku merokok, khususnya di wilayah dengan keterbatasan ekonomi dan konteks sosial budaya konservatif.


Kata Kunci: Penghentian merokok, advokasi kesehatan, kesehatan keluarga, penelitian kualitatif

ABSTRACT Background: Smoking remains a major public health concern, with high prevalence among men, including in Aceh Province, Indonesia. Strong social norms, cultural practices, and religious contexts often normalize male smoking in public spaces, making behavior change challenging at the community level. In this context, the family becomes a critical arena for smoking control, where women—particularly wives—hold a strategic position. However, women’s roles, attitudes, social control, challenges, and strategies in promoting smoking cessation within families remain underexplored, especially in socioeconomically disadvantaged settings. Method: This qualitative study employed a participatory action reasearch design to explore women’s roles in controlling and promoting smoking cessation among family members in Aceh. Data were collected through in-depth interviews with 21 women whose husbands were former smokers, across three of the poorest districts in Aceh: Aceh Singkil, Gayo Lues, and Pidie Jaya. Data were analyzed using thematic analysis supported by NVivo version 15. Result: The findings indicate that women play a central role in smoking control at the household level. Women’s attitudes evolved from initial acceptance to active responsibility, expressed through firmness, care, and consistency. Women exercised informal social control through a combination of persuasive and coercive strategies, including negotiation, household smoking bans, monitoring, and sustained reinforcement. Despite facing initial resistance and household conflict, women were able to guide and maintain successful smoking cessation among family members. Conclusion: Strengthening women’s roles within the family represents an effective and sustainable approach to smoking control, particularly in economically constrained and culturally conservative contexts. Key Words: Smoking cessation, health advocacy, family health, qualitative research

Citation



    SERVICES DESK