<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="17111">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KONDISI DAERAH IRIGASI GEUNDRIENG KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ISWADI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAKIrigasi  didefinisikan  sebagai  penggunaan  air  tanah  untuk keperluan  penyediaan  air  yang  dibutuhkan  untuk  pertumbuhan tanaman. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  untuk  mengetahui kondisi di  Daerah  Irigasi Geundrieng  serta  untuk  mengetahui kuantitas  dan  kualitas  air  irigasi di  Daerah  Irigasi Geundrieng Kecamatan  Darul  Imarah  Kabupaten  Aceh  Besar  sesuai  kriteria baku mutu air irigasi untuk keperluan pertanian. Debit Sub DAS Krueng  Daroy  menunjukkan  air  tersedia  saat  musim  penghujan dan  pada  saat  musim  kemarau.  Akan  tetapi,  dikarenakan bangunan  bendung tidak  berfungsi,  air  tidak  dapat  dinaikkan  ke pintu  air  irigasi.  Hasil  analisis kualitas  air  di  Sub  DAS  Krueng Daroy pada bagian hulu, tengah dan hilir menurut baku mutu air kelas  IV  PP.  No.  82  Tahun  2001  terhadap  parameter DHL, Clorida,  Boron,  Sulfat  dan  SAR  sangat memenuhi  persyaratan untuk  air  irigasi. Masyarakat Desa Geundrieng  khususnya P3A/Keujeruen  Blang  Bungong  Padee  menggunakan  sawah sistem  tadah  hujan  yang  hanya 1  kali  musim  tanam  padi/tahun, akan  tetapi  para  petani  masih  mengalami  kekeringan  saat penanaman  telah  dilakukan  dengan  demikian  para  petani bergotong-royong  menggunakan  mesin  pompa  air  untuk menyuplaikannya ke sawah dalam mengatasi kekeringan. Untuk memanfaatkan  Kelemahan/Peluang  (WO)  yang  didapatkan dalam  strategi  matrik  SWOT  yaitu  dengan  memfungsikan kembali  bangunan  bendung  dan  jaringan  irigasi.  Sehingga, P3A/Keujeruen Blang Bungong Padee dapat mengelola air pada saat  musim  penghujan  untuk  mengatasi  kekeringan  pada  saat musim  kemarau  sehingga  para  petani  dapat  menanam 2  kali musim tanam padi/tahun.Kata kunci : Irigasi, Kualitas Air</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>17111</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-10-19 11:47:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-10-19 12:08:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>