<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711077">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGOPTIMALKAN PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AULIYA RAMADANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Tingginya angka perokok di Kota Banda Aceh mendorong pemerintah daerah menetapkan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui Qanun Kota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2016. Kebijakan ini bertujuan melindungi masyarakat dari paparan asap rokok dan menciptakan lingkungan yang sehat. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan sehingga penerapannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan penerapan kebijakan KTR serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Analisis dilakukan menggunakan teori strategi Geoff Mulgan dengan lima indikator, yaitu purpose (tujuan), environment (lingkungan), direction (pengarahan), action (tindakan), dan learning (pembelajaran). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan informan dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan WH, akademisi, LSM, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah memiliki dasar hukum dan struktur kelembagaan yang jelas, penerapan KTR masih belum berjalan optimal. Hambatan utama meliputi sosialisasi yang belum merata, lemahnya koordinasi antarinstansi akibat keterbatasan sumber daya dan anggaran, budaya merokok yang telah mengakar, serta penegakan hukum yang masih bersifat persuasif. Evaluasi memang dilakukan secara rutin, tetapi masih terbatas pada aspek teknis dan belum melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan indikator capaian kebijakan, sosialisasi yang lebih intensif, penegakan aturan yang lebih tegas, serta evaluasi partisipatif yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah tersebut, penerapan KTR di Kota Banda Aceh diharapkan lebih efektif, konsisten, dan berkesinambungan demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Strategi, Kawasan Tanpa Rokok, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Kota Banda Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SMOKING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>POLICY MAKING - PUBLIC ADMINISTRATION</topic>
 </subject>
 <classification>320</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711077</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 02:21:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 09:22:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>