<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711049">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN KONSERVATORIUM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sultan Aditya Fairuzzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Aceh memiliki kekayaan budaya dan tradisi musik yang kuat, namun hingga saat ini belum didukung oleh fasilitas pendidikan musik formal yang terintegrasi dan representatif. Perancangan Konservatorium Musik Aceh bertujuan untuk menyediakan wadah pendidikan, pengembangan, dan apresiasi musik tradisional maupun modern dalam satu kawasan terpadu. Bangunan ini dirancang dengan pendekatan arsitektur kontemporer yang menekankan fleksibilitas ruang, ekspresi struktur, serta respons terhadap iklim tropis Aceh. Konsep perancangan mengintegrasikan prinsip kenyamanan akustik, pencahayaan alami, dan penghawaan silang untuk menunjang aktivitas belajar, berlatih, dan pertunjukan musik. Tatanan massa bangunan dibagi menjadi massa utama pendidikan dan massa auditorium guna mengoptimalkan fungsi, sirkulasi, serta kualitas ruang. Penggunaan material kayu pada fasad dan struktur atap menjadi representasi nilai lokal yang diolah secara modern, sekaligus mendukung performa termal bangunan. Dengan demikian, Konservatorium Musik Aceh diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan musik, tetapi juga sebagai ruang publik budaya yang berperan dalam pelestarian seni musik Aceh serta penguatan identitas arsitektur kontemporer yang kontekstual.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MUSIC HALLS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 17:34:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 09:50:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>