<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711045">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI EKSTRAK DAUN MENGKUDU ( MORINDA CITRIFOLIA L) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN INFERTILITAS PADA PRIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ratna Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infertilitas merupakan suatu permasalahan kesehatan reproduksi yang menjadi perhatian di seluruh dunia, dimana kasus ini ditandai dengan kegagalan dalam mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual selama lebih dari satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Pada pria, infertilitas dapat dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah paparan radikal bebas pada asap rokok. Paparan asap rokok dapat mengganggu fungsi spermatozoa melalui stres oksidatif yang menimbulkan penurunan sekresi testosteron yang dihasilkan oleh sel Leydig di dalam testis. Stres oksidatif yang dihasilkan dapat diminimalisir dengan senyawa antioksidan. Salah satu sumber antioksidan alami yang berpotensi sebagai alternatif pengobatan kasus infertilitas pada pria adalah daun mengkudu (Morinda citrifolia L). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis potensi ekstrak daun mengkudu terhadap reproduksi tikus putih jantan (Rattus norvegicus) infertil setelah diberikan paparan asap rokok yang dapat dikembangkan sebagai obat alternatif dalam mengatasi infertilitas pria. Penelitian ini dilakukan menggunakan  daun mengkudu yang berasal dari daerah Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. dieksekusi menggunakan cara maserasi bertingkat dengan pelarut heksana, etil asetat dan metanol.&#13;
Penelitian Tahap I dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif daun mengkudu melalui pengujian fitokimia. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak n-heksana daun mengkudu hanya mengandung senyawa terpenoid dan steroid. Ekstrak etil asetat daun mengkudu menunjukkan adanya senyawa flavonoid, fenolik, tanin, terpenoid dan steroid. Sedangkan pada ekstrak metanol daun mengkudu menunjukkan hasil yang positif terhadap semua kandungan senyawa aktif yang diuji, yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, terpenoid, steroid dan saponin. Hal ini membuktikan bahwa ekstrak metanol daun mengkudu mengandung senyawa aktif fitokimia yang lebih komplit dibandingkan ekstrak n-heksana dan etil asetat daun mengkudu. Hasil analisis antioksidan menunjukkan bahwa senyawa metanol memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi (IC50 sebesar 13,1 ppm) dibandingkan ekstrak etil asetat (IC50 sebesar 57,2 ppm) dan n-heksana (IC50 sebesar 32,13 ppm). Adapun senyawa yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan daun mengkudu berdasarkan analisis Gas chromatography- Mass Spectrometry (GC-MS) yang dilakukan pada ekstrak n-heksana, etil asetat dan metanol adalah squalene (54,03%), fitol (28,86%), dan 4H-piran-4-one, 2,3-dihidro-3,5-dihidroksi-6-metil (15,95%). Lima senyawa aktif yang dominan pada ketiga pelarut kemudian dievakuasi dengan protein target yang berhubungan dengan fertilitas secara in silico. Ligan kontrol yang digunakan adalah struktur clomiphene yang telah terbukti memiliki aktivitas menghambat aktivitas protein testosteron, FSH dan androgen. Berdasarkan analisis docking molecular senyawa aktif ekstrak daun mengkudu terhadap reseptor target, yaitu FSH, testosteron dan reseptor androgen, menunjukkan bahwa senyawa kampisterol dari ekstrak n-heksana menunjukkan nilai afinitas pengikatan tertinggi dibandingkan dengan senyawa lainnya,yaitu -8,4 Kcal/mol. Hasil perbandingan pada reseptor testosteron menunjukkan bahwa senyawa tokoferol atau vitamin E memiliki nilai afinitas pengikatan tertinggi, yaitu -8,6 Kcal/mol, Sementara itu, untuk reseptor androgen, senyawa stigmasterol dari ekstrak etil asetat menunjukkan nilai afinitas tertinggi (-8,6 Kcal/mol) pada senyawa stigmasterol. Sehingga ekstrak etil asetat lebih potensial sebagai agen anti-infertilitas dibandingkan ligan kontrol atau clomiphene. Akan tetapi, uji lanjutan yang dilakukan untuk memprediksi toksisitas dan kelayakan ekstrak sebagai obat oral menunjukkan ekstrak metanol lebih baik dan layak dibandingkan ekstrak etil asetat dan n-heksana. &#13;
Berdasarkan tahapan penelitian sebelumnya, penelitian II dilakukan hanya menggunakan ekstrak metanol daun mengkudu. Hasil pengujian kualitas spermatozoa pada tikus jantan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak metanol daun mengkudu terbukti dapat meningkatkan kualitas spermatozoa pada tikus yang telah diberikan terpapar asap rokok, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya konsentrasi spermatozoa, motilitas dan viabilitas spermatozoa. Selain itu, terapi menggunakan ekstrak metanol daun mengkudu dapat meningkatkan konsentrasi testosteron dibandingkan dengan kontrol negatif, sementara itu, pada kelompok perlakuan terlihat adanya peningkatan konsentrasi FSH dan LH, akan tetapi tidak melebihi nilai konsentrasi FSH dan LH pada kelompok kontrol negatifnya. &#13;
Selanjutnya dilakukan penelitian tahap III yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu terhadap androgen receptor (AR) pada tikus yang diberikan paparan asap rokok. Adapun hasil menunjukkan bahwa ekspresi imunoreaktivitas AR pada jaringan testis tikus memiliki intensitas pewarnaan yang terus meningkat dari kategori lemah ke sedang, yang mengindikasikan potensi ekstrak mengkudu dalam mendukung ekspresi AR pada testis. Pengamatan histologi hati dan ginjal dilakukan pada Tahap IV. Hasil pengamatan histologi pada jaringan ginjal menunjukkan adanya kerusakan pada organ ginjal dan hati tikus setalah diberikan paparan asap rokok, akan tetapi pemberian ekstrak metanol daun mengkudu terbukti dapat melindungi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada organ ginjal dan hati. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun mengkudu memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dapat mengurangi efek negatif dari paparan radikal bebas dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat alternatif dalam mengatasi infertilitas pria.&#13;
&#13;
Keyword: Antioksidan, Asap rokok, Daun Mengkudu, Infertilitas, Morinda citrifolia&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>INFERTILITY - MEDICINE - MEN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ALTERNATIVE MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.692 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711045</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 17:05:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-29 10:38:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>