<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711029">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEPATUHAN ALOKASI ANGGARAN BELANJA BIDANG PENDIDIKAN DAN KESEHATAN DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sarah Maulidia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan alokasi dan realisasi &#13;
belanja wajib bidang pendidikan dan kesehatan, penelitian ini dilakukan pada 23 &#13;
kabupaten/kota di Provinsi Aceh selama periode 2021–2023. Analisis pada &#13;
penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pemetaan &#13;
klasifikasi belanja berdasarkan persentase APBD terhadap batas minimal &#13;
mandatory spending, yaitu 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk &#13;
kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar daerah berada &#13;
dalam kategori patuh pada keempat indikator yang diukur, yakni kepatuhan &#13;
anggaran pendidikan, anggaran kesehatan, realisasi pendidikan, dan realisasi &#13;
kesehatan. Meskipun demikian, terdapat beberapa kabupaten/kota yang masuk &#13;
kategori cukup karena persentase anggaran maupun realisasinya belum mencapai &#13;
batas minimal kepatuhan. Pemetaan selama tiga tahun mengindikasikan bahwa &#13;
pemerintah daerah telah berupaya menjaga konsistensi alokasi belanja wajib, &#13;
meskipun masih ditemukan variasi antarwilayah akibat perbedaan kapasitas fiskal &#13;
masing-masing. Oleh karena itu, selain mempertahankan kepatuhan terhadap &#13;
mandatory spending, diperlukan peningkatan pemerataan belanja serta optimalisasi &#13;
efektivitas penggunaan anggaran agar kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan &#13;
dapat meningkat secara merata di seluruh Aceh. &#13;
Kata Kunci: Belanja Pendidikan, Belanja Kesehatan, Mandatory Spending.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNMENT SPENDING</topic>
 </subject>
 <classification>336.39</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711029</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 16:18:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 10:08:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>