HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 2 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 2 BANDA ACEH


Pengarang

IQWAR VARABI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ratna Idayati - 197412271999032003 - Dosen Pembimbing I
Syahrizal - 198712062016101101 - Dosen Pembimbing II
Zahratul Aini - 198405272014042002 - Penguji
Husnah - 196612311997022001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101010166

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.152

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak dialami oleh remaja
putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh,
serta kualitas kesehatan secara umum. Remaja putri termasuk kelompok yang
rentan mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat gizi dan kehilangan
zat besi selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
status gizi dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di
SMAN 2 Kota Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik
observasional dengan rancangan cross sectional yang dilakukan pada 98 siswi
remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Status anemia ditentukan
berdasarkan kadar hemoglobin dengan batas Hb < 12 g/dL, status gizi berdasarkan
Indeks Massa Tubuh (IMT), dan tingkat pengetahuan diukur menggunakan
kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebanyak 25 siswi (25,5%) mengalami anemia dan 73 siswi
(74,5%) tidak mengalami anemia. Sebagian besar responden memiliki status gizi
normal yaitu 59 siswi (60,2%) dan hampir seluruh responden memiliki tingkat
pengetahuan yang baik mengenai anemia yaitu 97 siswi (99,0%). Hasil uji Chi-
Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan
kejadian anemia (p-value = 0,000), sedangkan tingkat pengetahuan tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p-value = 0,572).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMAN 2 Kota Banda Aceh, sedangkan tingkat
pengetahuan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia.

Anemia remains a common health problem among adolescent girls and may lead to decreased learning concentration, reduced physical endurance, and impaired overall health status. Adolescent girls are a vulnerable group for anemia due to increased nutritional requirements and iron loss during menstruation. This study aimed to determine the relationship between nutritional status and level of knowledge with the incidence of anemia among adolescent girls at SMAN 2 Banda Aceh. This study was an observational analytic study with a cross-sectional design involving 98 female students who met the inclusion and exclusion criteria. Anemia status was determined based on hemoglobin levels with a cutoff value of Hb < 12 g/dL, nutritional status was assessed using Body Mass Index (BMI), and the level of knowledge was measured using a questionnaire. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that 25 students (25.5%) were anemic, while 73 students (74.5%) were non-anemic. Most respondents had normal nutritional status, accounting for 59 students (world60.2%), and nearly all respondents had a good level of knowledge about anemia, totaling 97 students (99.0%). The Chi- Square analysis showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of anemia (p-value = 0.000), whereas no significant relationship was found between the level of knowledge and the incidence of anemia (p-value = 0.572). This study concludes that nutritional status is significantly associated with anemia among adolescent girls at SMAN 2 Banda Aceh, while the level of knowledge is not significantly associated with the incidence of anemia.

Citation



    SERVICES DESK