<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711021">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI KEKUATAN PARTAI ACEH DALAM PEMENANGAN MUZAKIR MANAF DAN FADHLULLAH PADA PILKADA SERENTAK 2024 DI ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sry Afriyanty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prodi Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Eksistensi kekuatan Partai Aceh mempengaruhi kemenangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah pada Pilkada Serentak 2024 di Aceh Selatan. Meskipun adanya fenomena berbanding terbaliknya antara perolehan kursi Partai Aceh pada 2019-&#13;
2024 yang mengalami penurunan kursi. Hal tersebut menunjukkan adanya dinamika antara pemilu dan Pilkada 2024 di Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan Partai Aceh dalam memenangkan pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah pada Pilkada Serentak 2024 di Aceh Selatan, dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kekuatan Partai Aceh tetap efektif meskipun tidak sejalan dengan hasil pemilu legislatif 2019-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teori yang digunakan teori partai politik yang dikemukakan oleh Sigmund Neumann. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan Partai Aceh bersumber dari legitimasi historis sebagai representasi politik eks kombatan (GAM), struktur organisasi partai yang masih kuat, loyalitas kader, peran aktif mesin politik seperti KPA dan organisasi lainnya, serta kemampuan membangun koalisi dengan partai lain. Selain itu, faktor lainnya seperti pendekatan kultural, nilai keislaman, dan keterlibatan tokoh masyarakat dan ulama turut memperkuat dukungan pemilih. Walaupun perolehan kursi Partai Aceh menurun pada 2019-2024, yang menyebabkan adanya dinamika antara pemilu legislatif dengan Pilkada 2024, tetapi kekuatan Partai Aceh pada pilkada tidak hanya ditentukan oleh perolehan kursi legislatif, melainkan dipengaruhi oleh faktor historis, ketokohan, struktural partai dan nilai-nilai kedaerahan yang masih kuat di Aceh Selatan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Partai Aceh, Kekuatan Politik, Pilkada Serentak &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ELECTION CAMPAIGNS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PARTY ORGANIZATION (POLITICS)</topic>
 </subject>
 <classification>324.21</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 16:06:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-28 09:58:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>