<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1711007">
 <titleInfo>
  <title>ADAPTASI BUDAYA BERMUKIM  MASYARAKAT NELAYAN TRADISIONAL PASCA BENCANA TSUNAMI DI DESA KUALA CANGKOI KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Azmah Fithri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kuala Cangkoi, sebuah desa di Kabupaten Aceh Utara, merupakan permukiman nelayan tradisional yang terdampak parah oleh gempa bumi dan tsunami tahun 2004. Sebagai respons terhadap bencana tersebut, keluarga yang terdampak menerima rumah bantuan standar yang dirancang berdasarkan standar minimum internasional. Masyarakat mulai beradaptasi dengan memanfaatkan rumah tersebut sebagai tempat tinggal dan tempat bekerja. Semakin ke depan masyarakat membutuhkan penambah ruang-ruang pada rumah bantuan. Persoalan penelitian bagaimana adaptasi budaya bermukim masyarakat nelayan tradisonal, faktor-faktor apa saja yang mempengarugi perubahan rumah bantuan dan rekomendasi rumah bantuan untuk masyarakat nelayan tradisional. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menemukan budaya bermukim, faktor-faktor yangmempengaruhi dan rekomendasi rumah bantuan masyarakat nelayan tradisional di kawasan pesisir.Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan pendekatan fenomenologi, pengumpulan data  meliputi wawancara dengan 40 nelayan, observasi terhadap 40 unit rumah, serta dokumentasi pada 10 rumah yang telah mengalami modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan fisik hunian, khususnya penambahan ruang-ruang baru, terutama didorong oleh peningkatan jumlah anggota rumah tangga serta kebutuhan untuk mengakomodasi aktivitas produktif yang menghasilkan pendapatan. Temuan ini menegaskan adanya ketidaksesuaian mendasar antara konsep hunian pascabencana yang bersifat standar dengan realitas kehidupan masyarakat nelayan. Oleh karena itu, pemulihan pascabencana yang efektif perlu memprioritaskan desain hunian yang responsif terhadap kebutuhan sosial, ekonomi, dan spasial penggunanya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1711007</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:44:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:56:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>