<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710991">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK PENDERITA TUBERKULOSIS SENSITIF OBAT DI KECAMATAN KUTA ALAM, BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fathinah Ulfah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menggambarkan karakteristik penderita Tuberkulosis Sensitif Obat (TB-SO) berdasarkan sosiodemografi, letak anatomis infeksi, tipe diagnosis, komorbid, riwayat pengobatan, hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), serta hasil akhir pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam dan Lampulo Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) tahun 2023–2024, melibatkan 38 pasien. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (65%) dan berada pada kelompok usia 18–59 tahun (84%). Seluruh kasus merupakan TB paru (100%). Sebagian besar pasien didiagnosis secara bakteriologis (86%) melalui TCM, sedangkan sisanya diagnosis klinis (13%). Komorbid terbanyak adalah Diabetes Mellitus (28%). Sebagian besar merupakan kasus baru (94%) tanpa riwayat pengobatan. Hasil TCM menunjukkan 89% pasien memiliki MTB detected dengan Rifampicin Sensitif. Hasil akhir pengobatan menunjukkan tingkat keberhasilan tinggi, dengan 84% menyelesaikan pengobatan lengkap dan 13% dinyatakan sembuh, tanpa kasus putus berobat atau meninggal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pengendalian TB-SO di wilayah Kuta Alam dan Lampulo berjalan baik, terutama dalam diagnosis bakteriologis dan keberhasilan terapi. Deteksi dini komorbid dan edukasi masyarakat tetap diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan TB.&#13;
Kata kunci: Tuberkulosis, TB Sensitif Obat, TCM, SITB, Komorbid</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TUBERCULOSIS - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.995</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710991</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:19:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:46:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>