<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710985">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN PUSAKA TSUNAMI UNTUK KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN KOTA SIGLI, PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alif Munadhil Sab</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tsunami 26 Desember 2004 memberikan dampak besar di Kabupaten Pidie berupa&#13;
kerusakan fisik pada permukiman hingga trauma sosial bagi masyarakat. Wilayah&#13;
dengan dampak terbesar dari bencana ini salah satunya berada pada Kecamatan Kota&#13;
Sigli. Dua dekade pasca-tsunami 2004, berbagai pusaka tsunami berupa bangunan,&#13;
monumen, struktur, dan lanskap masih bertahan sebagai pengingat tragedi. Penelitian&#13;
ini bertujuan mengidentifikasi, memetakan, dan menganalisis pusaka tsunami serta&#13;
menilai kesiapsiagaan masyarakat, sekaligus mengkaji peran pusaka tersebut dalam&#13;
upaya mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran melalui&#13;
observasi, kuesioner, wawancara, dan analisis spasial, dengan pengukuran&#13;
kesiapsiagaan menggunakan indeks LIPI–UNESCO/ISDR (2006). Hasil penelitian&#13;
menemukan 11 objek pusaka tsunami di Kecamatan Kota Sigli (6 bangunan, 2 struktur,&#13;
2 lanskap, 1 monumen). Tingkat kesiapsiagaan masyarakat berada pada kategori&#13;
“Hampir Siap” dengan indeks 63, nilai tertinggi pada pengetahuan (70,8) dan terendah&#13;
pada mobilisasi sumber daya (46,33). Persepsi masyarakat menilai pusaka tsunami&#13;
sebagai pengingat sejarah, sarana edukasi, dan simbol kebencanaan, meski&#13;
pemanfaatannya belum optimal. Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan&#13;
pusaka mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat sebagai aspek penting&#13;
kesiapsiagaan, namun lemahnya mobilisasi sumber daya menegaskan perlunya&#13;
integrasi pusaka ke dalam kebijakan dan program mitigasi formal. Dengan demikian,&#13;
pusaka tsunami berpotensi menjadi instrumen strategis dalam membangun resiliensi&#13;
masyarakat jika dikelola secara berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TSUNAMIS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>363.349 4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710985</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:09:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:54:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>