<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710941">
 <titleInfo>
  <title>PERAN MAJELIS ADAT KABUPATEN ACEH JAYA DALAM MELESTARIKAN TRADISI PEUMEUNAB DAN SEUMELUENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TAMLI KHAIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini mengkaji peran Majelis Adat Kabupaten Aceh Jaya dalam melestarikan tradisi Peumeunab dan Seumelueng yang merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Lamno serta mengandung nilai historis, sosial, dan spiritual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena menurunnya minat generasi muda terhadap tradisi lokal, lemahnya dokumentasi adat, serta belum optimalnya peran kelembagaan adat di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Majelis Adat Kabupaten Aceh Jaya dalam upaya pelestarian tradisi Peumeunab dan Seumelueng, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaanya. Penelitian ini menggunakan perspektif teori peran menurut Soerjono Soekanto yang meliputi peran aktif, peran pasif, dan peran partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus Majelis Adat Kabupaten Aceh Jaya, tokoh adat, aparatur pemerintah daerah, serta masyarakat yang masih melaksanakan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Majelis Adat Kabupaten Aceh Jaya dalam pelestarian tradisi Peumeunab dan Seumelueng belum berjalan secara optimal. Pelaksanaan kegiatan masih bersifat seremonial tahunan tanpa pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan, sosialisasi nilai-nilai adat kepada generasi muda belum intensif, dokumentasi dan arsip adat belum tertata secara sistematis, serta keterbatasan sumber daya manusia, anggaran, dan sarana prasarana. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan peran Majelis Adat melalui pembinaan berkelanjutan, pendokumentasian tradisi secara ilmiah, peningkatan keterlibatan generasi muda, serta dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan pelestarian budaya lokal&#13;
&#13;
Kata kunci: Majelis Adat, Peumeunab, Seumelung, Peran, Pelestarian Budaya,                 &#13;
kearifan lokal &#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710941</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 13:48:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 14:23:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>