<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710935">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SARANG SEMUT HYDNOPHYTUM FORMICARUM DARI ACEH BESAR TERHADAP SALMONELLA TYPHIMURIUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAT ALFURQAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salmonellosis merupakan penyakit zoonosis akibat infeksi Salmonella typhimurium yang&#13;
penanganannya semakin terkendala oleh meningkatnya resistensi antibiotik, sehingga diperlukan&#13;
alternatif antibakteri berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas&#13;
antibakteri ekstrak metanol umbi sarang semut Hydnophytum formicarum asal Aceh Besar terhadap&#13;
Salmonella typhimurium ATCC 14028. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan&#13;
rancangan acak lengkap menggunakan metode difusi cakram (Kirby–Bauer). Ekstrak metanol umbi&#13;
sarang semut diuji pada tiga konsentrasi, yaitu 25%, 50%, dan 75%, dengan ciprofloxacin sebagai&#13;
kontrol positif dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) 1% sebagai kontrol negatif. Parameter yang&#13;
diamati adalah diameter zona hambat setelah inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Data&#13;
dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh&#13;
konsentrasi ekstrak menghasilkan zona hambat terhadap Salmonella typhimurium, dengan diameter&#13;
rata-rata masing-masing sebesar 7,77 mm pada konsentrasi 25%, 8,80 mm pada konsentrasi 50%,&#13;
dan 9,53 mm pada konsentrasi 75%. Nilai tersebut tergolong dalam kategori aktivitas antibakteri&#13;
sedang, yang menunjukkan bahwa ekstrak mampu menghambat pertumbuhan bakteri meskipun&#13;
efektivitasnya masih terbatas. Kontrol positif ciprofloxacin menghasilkan diameter zona hambat&#13;
sebesar 33,97 mm yang termasuk kategori kuat, menandakan aktivitas antibakteri yang tinggi,&#13;
sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Peningkatan konsentrasi ekstrak&#13;
diikuti oleh peningkatan diameter zona hambat, meskipun secara statistik konsentrasi 50% dan 75%&#13;
tidak berbeda nyata.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710935</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 13:33:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 14:23:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>