<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710933">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA PETANI KELAPA SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tasya Nabila</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta faktor-faktor yang memengaruhinya pada petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana praktik budidaya berkelanjutan masih belum diterapkan secara optimal meskipun sektor kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Penelitian dilakukan dengan melibatkan 144 petani kelapa sawit swadaya yang dipilih menggunakan teknik multistage quota sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui analisis deskriptif untuk menggambarkan tingkat penerapan GAP dan Structural Equation Modeling – Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menganalisis pengaruh karakteristik petani, persepsi terhadap GAP, dukungan kelembagaan, dan akses informasi teknologi terhadap penerapan GAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP berada pada kategori rendah hingga sedang, terutama pada aspek teknis budidaya dan pengelolaan kebun, serta dipengaruhi secara signifikan oleh persepsi petani, akses informasi teknologi, dukungan kelembagaan, dan karakteristik petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penerapan GAP memerlukan penguatan kegiatan penyuluhan, perbaikan akses informasi teknologi, serta dukungan kelembagaan yang berkelanjutan guna mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang.&#13;
Kata Kunci: Good Agricultural Practices (GAP); Petani Kelapa Sawit Swadaya; Aceh Tamiang; Keberlanjutan Pertanian&#13;
Tasya Nabila; Elvira Iskandar; Lukman Hakim (2026), Analisis Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhinya Pada Petani Kelapa Sawit Swadaya di Kabupaten Aceh Tamiang.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FARMERS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>OIL PALMS - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>633.851</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 13:28:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 15:18:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>