<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710911">
 <titleInfo>
  <title>ADAPTIVE REUSE RUMOH ACEH UNTUK MENDUKUNG DAYA TARIK WISATA DI DESA LUBUK SUKON KABUPATEN RNACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Nazli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Desa Lubuk Sukon di Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, merupakan kawasan yang masih mempertahankan Rumoh Aceh sebagai warisan arsitektur tradisional masyarakat Aceh. Namun, perubahan sosial dan kebutuhan ekonomi menyebabkan sebagian Rumoh Aceh tidak lagi difungsikan sebagai hunian, sehingga kehilangan fungsi dan perawatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan adaptive reuse pada Rumoh Aceh serta mengidentifikasi tantangan dan peluang penerapannya dalam mendukung daya tarik wisata berbasis budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Objek penelitian meliputi tiga Rumoh Aceh, yaitu Rumoh Aceh Abdullah Muzakkir Walad sebagai galeri budaya, Rumoh Aceh Ibu Emilda sebagai homestay, dan Rumoh Aceh Cek Mad Rahmany sebagai museum adat dan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan adaptive reuse dilakukan dengan mempertahankan elemen arsitektural utama, seperti struktur panggung, sistem konstruksi kayu, tata ruang tradisional, dan karakter visual bangunan. Penyesuaian fungsi ruang dilakukan secara selektif, terutama pada pemanfaatan ruang yup moh dan ruang dalam, tanpa menghilangkan nilai budaya dan identitas arsitektur. Tantangan utama meliputi keterbatasan pendanaan, keterbatasan pemahaman teknis konservasi, serta belum optimalnya dukungan kebijakan. Adapun peluang yang diidentifikasi mencakup penguatan identitas budaya, peningkatan ekonomi masyarakat lokal, serta potensi pengembangan Desa Lubuk Sukon sebagai desa wisata berbasis warisan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptive reuse Rumoh Aceh merupakan strategi konservasi yang mendukung pelestarian arsitektur tradisional sekaligus pengembangan daya tarik wisata berbasis budaya sesuai konteks lokal.&#13;
Kata Kunci: adaptive reuse, Rumoh Aceh, daya tarik wisata, desa wisata, arsitektur tradisional.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710911</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 12:27:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 14:04:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>