<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710903">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (HYDNOPHYTUM FORMICARUM) ACEH BESAR TERHADAP CANDIDA ALBICANS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fadjar Daffa Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Infeksi jamur Candida albicans masih menjadi permasalahan kesehatan pada manusia dan hewan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia. Resistensi terhadap obat antijamur sintetis semakin meningkat sehingga diperlukan alternatif pengobatan berbahan alami. Salah satu bahan herbal yang berpotensi adalah tumbuhan sarang semut (Hydnophytum formicarum). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas ekstrak metanol umbi Hydnophytum formicarum asal Aceh Besar dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan metode difusi cakram dengan empat konsentrasi ekstrak, yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50%, serta kontrol positif (itrakonazol 8 µg) dan kontrol negatif (CMC 1%). Setiap perlakuan dilakukan tiga ulangan. Parameter yang diamati berupa diameter zona hambat pada media Saboraud Dextrose Agar (SDA) setelah inkubasi 24 jam pada suhu 37°C. Data dianalisis menggunakan ANOVA dilanjutkan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol tumbuhan Hydnophytum formicarum dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231, namun masih tergolong memiliki daya hambat lemah. Rata-rata zona hambat berturut-turut adalah 6,43±0,90 mm (6,25%), 6,67±0,50 mm (12,5%), 7,28±0,77 mm (25%), dan 8,70±1,41 mm (50%). Kontrol positif menghasilkan zona hambat kuat, yaitu 28,96±1,53 mm, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas hambat. Terdapat perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710903</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 12:08:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 12:18:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>