<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710899">
 <titleInfo>
  <title>KETERGANTUNGAN TIKTOK DAN INTERAKSI SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKA AMALIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
ABSTRAK &#13;
TikTok merupakan platform media sosial berbasis video pendek yang digemari&#13;
generasi muda karena menyajikan konten secara cepat, kreatif, dan mudah&#13;
diakses. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat menimbulkan gejala&#13;
ketergantungan yang berdampak pada penurunan kualitas interaksi sosial secara&#13;
langsung. Mahasiswa sebagai bagian dari pengguna aktif TikTok kerap&#13;
mengalami perubahan pola komunikasi dan kecenderungan dalam berinteraksi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketergantungan&#13;
terhadap TikTok dan interaksi sosial pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala.&#13;
Penelitian ini menggunakan teori ketergantungan media dari Melvin DeFleur dan&#13;
Sandra Ball-Rokeach, yang menyatakan bahwa semakin tinggi ketergantungan&#13;
seseorang terhadap media, maka semakin besar pula pengaruh media tersebut.&#13;
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data&#13;
diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap enam mahasiswa aktif&#13;
Universitas Syiah Kuala yang menunjukkan gejala ketergantungan TikTok. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap TikTok nyata dialami&#13;
oleh informan, dengan durasi penggunaan 6–10 jam per hari. Gejala yang&#13;
dominan muncul yaitu salience dan mood modification. Ketergantungan ini&#13;
berdampak pada menurunnya intensitas interaksi langsung, peralihan cara&#13;
berinteraksi ke ranah virtual, serta munculnya kecenderungan untuk menunda&#13;
aktivitas sosial di dunia nyata, seperti ajakan berkumpul atau berkomunikasi&#13;
langsung, karena informan merasa lebih nyaman dan terhibur dengan konten&#13;
TikTok. Selain itu, penggunaan TikTok juga memengaruhi gaya komunikasi&#13;
sehari-hari, dengan mulai digunakannya istilah dan cara penyampaian yang&#13;
populer di platform tersebut.   &#13;
&#13;
Kata Kunci: Ketergantungan Media, TikTok, Mahasiswa, Media Sosial&#13;
 &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710899</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 11:59:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 12:02:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>