<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710893">
 <titleInfo>
  <title>PELAKSANAAN HUKUM ADAT PARAK TERHADAP SISTEM PERKAWINAN MASYARAKAT TOWEREN  DI KABUPATEN ACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irham</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum (S2)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PELAKSANAAN HUKUM ADAT PARAK TERHADAP SISTEM&#13;
PERKAWINAN MASYARAKAT TOWEREN &#13;
DI KABUPATEN ACEH TENGAH &#13;
&#13;
          Irham*&#13;
Iman Jauhari** &#13;
     Teuku Muttaqin Mansur***&#13;
 &#13;
ABSTRAK&#13;
 &#13;
Pasal 21 Qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 10 Tahun 2002 Tentang Hukum&#13;
Adat Gayo Menyatakan Hukum Adat merupakan nilai-nilai, norma sosial, budaya yang&#13;
hidup dan berkembang dalam masyarakat Gayo Aceh Tengah. Parak merupakan sanksi&#13;
adat yang terberat, berupa pengasingan dari kampung asalnya karena melakukan&#13;
perkawinan dalam satu klan (belah) atau satu kampung. Perkawinan satu belah atau satu&#13;
kampung tidak diperbolehkan menurut adat dan masih diakui oleh masyarakat setempat,&#13;
kecuali dibenarkan menurut hukum adat kampung setempat,. Bila terjadi perkawinan satu&#13;
belah atau kampung yang tidak diperkenankan, maka kepada pelaku dapat dikenakan&#13;
sanksi adat parak. Akan tetapi dalam hukum Islam tidak ditemukan larangan menikah&#13;
dalam satu klan (belah) atau satu kampung. Dalam hukum Islam yang diharamkan&#13;
menikahi ibu, anak perempuan, saudara perempuan, bibi dari pihak bapak, bibi dari pihak&#13;
ibu, anak perempuan saudara laki-laki, dan anak perempuan dari saudara perempuan&#13;
sedarah, kecuali terjadi di masa lampau. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan&#13;
menganalisis sistem adat Parak yang berlaku di kalangan masyarakat Toweren&#13;
Kabupaten Aceh Tengah, serta pelaksanaan sistem adat parak, dan upaya apa yang&#13;
dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan sistem adat parak.&#13;
&#13;
 Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis empiris,&#13;
Penelitian ini merupakan salah satu jenis penelitian hukum yang menganalisis dan&#13;
mengkaji bekerjanya hukum di dalam masyarakat dengan melihat kenyataan yang ada&#13;
dalam praktik di lapangan. Penelitian ini bersifat deskriptif analistis yang&#13;
menggambarkan mengenai fakta-fakta dalam pemberian hukum adat parak. Adapun&#13;
sumber data, diperoleh dari penelitian kepustakaan mencakup bahan hukum primer,&#13;
sekunder, dan tersier, serta diperoleh dari penelitian lapangan. Data dikumpulkan,&#13;
diseleksi, diklasifikasi dan disusun dalam bentuk naratif dan dianalisis secara secara&#13;
kualitatif. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama sistem hukum adat parak &#13;
masyarakat Toweren Kabupaten Aceh Tengah adalah pemberian sanksi adat bagi&#13;
pelanggar norma adat perkawinan, terutama dalam ketentuan larangan menikah satu&#13;
keturunan atau perkawinan satu kampung (satu klen/belah) dengan hukuman pengasingan&#13;
dari kampung tersebut. Kedua, Pelaksanaan hukum adat parak dalam sistem perkawinan&#13;
di kalangan masyarakat Toweren Kecamatan Lut Tawar Kabupaten Aceh Tengah sesuai&#13;
dengan norma adat yang berlaku di wilayah tersebut, menjatuhi hukuman parak kepada&#13;
pihak pelaku yang sudah terbukti melakukan perkawinan satu kampung, serta&#13;
dimusyawarahkan atau disepakati oleh sarak opat selaku penyelenggara lembaga adat&#13;
dengan penjatuhan hukuman pengasingan dari kampung tersebut dan disepakati bisa&#13;
kembali dengan ketentuan musyawarah dan kesepakatan bersama antara sarak opat, &#13;
keluarga dan pelaku. serta Upaya yang dilakukan dalam penyelesaian sanksi adat parak&#13;
meliputi penerapan sanksi seperti pengasingan atau diusir dari kampung dan pembayaran&#13;
denda berupa hewan atau bahan makanan, upaya dilakukan ini mencakup sosialisasi oleh&#13;
Majelis adat dan permintaan kepada pemerintah untuk membuat qanun yang mendukung&#13;
norma adat sekaligus menjaga keharmonisan antara hukum adat dengan hukum Islam dan&#13;
hukum pemerintahan. &#13;
Disarankan pertama, perlu adanya sosialisasi terhadap hukum adat parak serta&#13;
sanksi parak yang diberlakukan dalam kalangan masyarakat dan beberapa ketentuan baik&#13;
berupa Qanun Provinsi maupun Qanun Kabupaten supaya masyarakat bisa mengetahui&#13;
dan memahami akan hukum adat parak dan hukum adat lainnya. Kedua, perlu adanya&#13;
peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menyelesaikan sengketa adat dan jika&#13;
diperlukan sebelum menjadi aparatur pemerintah desa atau disebut sarak opat perlu&#13;
mengetahui tentang adat dan masyarakatnya. Ketiga, diperlukan adanya harmonisasi&#13;
aturan pemerintahan, hukum Islam dan hukum adat serta kerja sama antara lembaga adat&#13;
dan lembaga lainnya yang saling berhubungan dalam menyelesaikan sengketa adat,&#13;
seperti lembaga Majelis Adat Gayo Aceh Tengah dengan Majelis Permusyawaratan&#13;
Ulama, Dinas syariat Islam dan Dinas lainnya dalam menangani kasus-kasus adat yang&#13;
terjadi di Kabupaten Aceh Tengah. &#13;
Kata Kunci : Hukum Adat, Parak, Sarak opat, &#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MARRIAGE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMARY LAW</topic>
 </subject>
 <classification>340.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710893</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 11:44:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 08:22:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>