<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710871">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN PADA SISWA DI SMP AL-FITYAN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Shella Rizkina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pembentukan kepribadian pada remaja sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi interpersonal dengan figur-figur signifikan, terutama guru yang berperan dalam membimbing, mengarahkan, dan membentuk karakter siswa dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal antara guru dan siswa berkontribusi terhadap pembentukan kepribadian siswa di SMP Al-Fityan Aceh Besar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses komunikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, dan dokumentasi, melibatkan tiga wali kelas dan tiga siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal di SMP Al-Fityan Aceh Besar secara umum terlaksana dengan baik, terutama melalui program curhat harian yang menjadi ruang aman bagi siswa untuk mengungkapkan perasaan, meningkatkan kedekatan emosional, serta mendorong terbentuknya konsep diri positif. Indikator komunikasi interpersonal seperti keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan terbukti berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, disiplin, pengendalian emosi, dan tanggung jawab siswa. Faktor pendukung meliputi sikap guru yang hangat, kedekatan emosional, iklim komunikasi yang tidak menghakimi, serta konsistensi pelaksanaan program. Sebaliknya, faktor penghambat mencakup sifat siswa yang tertutup, rasa takut dinilai, perbedaan gaya komunikasi guru, keterbatasan waktu, dan dinamika kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif sangat penting dalam pembentukan kepribadian siswa, dan sekolah perlu memperkuat strategi komunikasi interpersonal untuk mendukung pengembangan karakter secara lebih optimal.&#13;
Kata kunci: komunikasi interpersonal, kepribadian siswa, guru, interaksi simbolik&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PERSONALITY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERPERSONAL COMMUNICATION - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>153.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710871</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 11:15:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 10:53:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>