<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710827">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN SISTEM IRIGASI TETES BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK EFISIENSI PENYIRAMAN TANAMAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZAD ISMA RIZKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem irigasi tetes berbasis IoT untuk meningkatkan efisiensi penyiraman tanaman dan penggunaan air. Sistem dirancang agar mampu bekerja secara otomatis berdasarkan kondisi kelembaban tanah serta dapat dipantau secara real time melalui platform digital. Permasalahan utama yang melatar belakangi penelitian ini adalah rendahnya efisiensi metode penyiraman konvensional yang masih bergantung pada perkiraan petani, menyebabkan pemborosan air, ketidakteraturan distribusi, dan tingginya kebutuhan tenaga kerja.&#13;
Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler LilyGO TTGO T-SIM7000G sebagai pusat kendali, yang terintegrasi dengan sensor kelembaban tanah kapasitif, sensor debit air, relay, dan solenoid valve sebagai aktuator. Data sensor dikirimkan melalui jaringan seluler dan ditampilkan secara real time pada aplikasi Blynk, serta direkam secara otomatis pada Google Sheets sebagai basis penyimpanan dan analisis data. Logika kendali sistem diterapkan dengan batas kelembaban minimum 30% dan maksimum 70%, dimana solenoid valve akan membuka saat kelembaban di bawah batas minimum dan menutup saat mencapai batas maksimum.&#13;
Pengujian sistem meliputi kalibrasi sensor, uji otomatisasi penyiraman, analisis frekuensi dan durasi ON–OFF solenoid valve, pengukuran debit emitter, serta evaluasi keandalan sistem IoT melalui parameter uptime dan keberhasilan pengiriman data. Analisis kinerja fertigasi tetes dilakukan dengan menghitung debit emitter dan koefisien keseragaman distribusi air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil, responsif terhadap perubahan kelembaban tanah, serta menghasilkan distribusi air yang seragam dengan kategori kinerja baik hingga sangat baik.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>IRRIGATION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>631.587</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710827</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 02:11:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-25 15:00:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>