<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710795">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DRIVER ANGKUTAN UMUM MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU ZULFAHMI ADRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengemudi angkutan umum berperan penting dalam menjamin keselamatan dan &#13;
kelancaran transportasi publik. Namun, tuntutan pekerjaan seperti durasi &#13;
mengemudi yang panjang, tekanan waktu, dan tanggung jawab terhadap &#13;
keselamatan penumpang berpotensi menimbulkan beban kerja mental yang tinggi. &#13;
Beban kerja mental yang tidak terkelola dengan baik dapat menurunkan kinerja &#13;
pengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Hingga saat ini, informasi &#13;
kuantitatif mengenai tingkat beban kerja mental serta dimensi dominan pembentuk &#13;
beban kerja mental pada pengemudi angkutan umum rute antarkota di Provinsi &#13;
Aceh masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban &#13;
kerja mental pengemudi angkutan umum menggunakan metode NASA-TLX yang &#13;
mencakup enam dimensi penilaian, yaitu Mental Demand, Physical Demand, &#13;
Temporal Demand, Performance, Effort, dan Frustration, serta mengidentifikasi &#13;
dimensi yang paling berkontribusi terhadap pembentukan beban kerja mental. &#13;
Penelitian dilakukan pada tiga rute, yaitu Banda Aceh–Kuala Simpang, Banda &#13;
Aceh–Kutacane, dan Banda Aceh–Aceh Singkil, dengan melibatkan 78 responden &#13;
pengemudi yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Data &#13;
dikumpulkan melalui kuesioner NASA-TLX dan dianalisis menggunakan teknik &#13;
pembobotan serta perhitungan Weighted Workload (WWL). Hasil penelitian &#13;
menunjukkan nilai WWL berada pada rentang 52,06 hingga 71,13 yang termasuk &#13;
dalam kategori beban kerja mental sedang hingga tinggi. Dimensi dengan &#13;
kontribusi terbesar adalah Effort (22%), Own Performance (20%), dan Temporal &#13;
Demand (20%). Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian khusus &#13;
terhadap pengelolaan beban kerja, penyesuaian jadwal operasional, serta &#13;
penyediaan dukungan dan pelatihan guna meningkatkan keselamatan transportasi &#13;
umum. &#13;
Kata kunci: Beban Kerja Mental, NASA-TLX, Pengemudi Angkutan Umum, &#13;
Weighted Workload.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 21:38:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:23:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>