<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710769">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI DAN NILAI EKONOMI KOMODITI HASIL HUTAN BUKAN KAYU DI KECAMATAN KRUENG SABEE, KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI RIHADATUL AISYI RAJWA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) memiliki peran penting dalam menopang ekonomi masyarakat sekitar hutan, namun data potensi dan nilai ekonominya di Kecamatan Krueng Sabee masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis HHBK yang dimanfaatkan masyarakat, mengetahui bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta menganalisis kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat. Penelitian dilakukan di tiga desa yaitu Padang Datar, Datar Luas, dan Kede Krueng Sabee pada Juli-Agustus 2025. Metode sensus digunakan dengan melibatkan seluruh pelaku pemanfaat HHBK sebanyak 34 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis HHBK yang dimanfaatkan yaitu karet (Hevea brasiliensis), nilam (Pogostemon cablin), dan rotan (Calamus rotang). Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan meliputi getah (18persen), daun dan batang (33persen), serta batang (49persen). Total produksi HHBK mencapai 11.561,5 kg/tahun dengan rata-rata produksi 1.294,76 kg/responden/tahun. Kontribusi ekonomi HHBK terhadap pendapatan masyarakat menunjukkan nilam memberikan kontribusi terbesar sebesar 61,67persen (kategori kontribusi besar), diikuti karet 35,73persen (kategori kontribusi kecil), dan rotan 2,60persen (kategori kontribusi sangat kecil). Meskipun nilam memiliki volume produksi terendah (231,5 kg/tahun), komoditas ini memiliki nilai ekonomi tertinggi dengan harga Rp 800.000/kg, menjadikannya sumber penghasilan utama bagi masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya HHBK, khususnya nilam, dalam menopang ekonomi masyarakat sekitar hutan di Kecamatan Krueng Sabee.&#13;
Kata kunci: Hasil Hutan Bukan Kayu, Nilai Ekonomi, Kecamatan Krueng Sabee &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREST PRODUCTS - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.174 98</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710769</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 19:40:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-27 11:46:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>