<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710767">
 <titleInfo>
  <title>PERAN GAYA KOMUNIKASI IBU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL ANAK DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Laila Sari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena yang sering terjadi di media sosial adalah kekesaran seksual pada anak dimana pengguna internet terbanyak adalah remaja. Sehingga peran orangtua terutama ibu dibutuhkan untuk membimbing dan mengawasi anak dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran gaya komunikasi ibu dalam mengembangkan literasi digital pada anak. Penelitian ini menggunakan teori parental mediation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang ibu di Banda Aceh yang memiliki anak remaja berusia 16-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ibu sangat berpengaruh dalam meningkatkan literasi digital anak. Gaya komunikasi yang paling dominan digunakan oleh para informan adalah gaya komunikasi asertif yang ditandai dengan keterbukaan, saling menghormati, dan menekankan penjelasan logis serta contoh perilaku. Ibu yang menggunakan gaya ini berusaha menyampaikan pesan, aturan, atau nasehat secara jelas tanpa menekan anak, sambil tetap memperhatikan perspektif dan perasaan anak. Selanjutnya gaya komunikasi agresif yang ditandai dengan sikap dominan, memaksakan kehendak, atau menegakkan aturan secara keras tanpa memperhatikan perspektif anak. Sementara untuk gaya komunikasi pasif dan gaya komunikasi pasif-agresif jarang digunakan oleh orang tua.&#13;
&#13;
Kata kunci: gaya komunikasi, literasi digital, remaja, orang tua, parental mediation theory</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITAL COMMUNICATIONS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LITERACY</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710767</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 19:32:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-02-10 15:09:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>