PERAN GAYA KOMUNIKASI IBU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL ANAK DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN GAYA KOMUNIKASI IBU DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL ANAK DI BANDA ACEH


Pengarang

Laila Sari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Febri Nurrahmi - 198802242015042002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010102010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fenomena yang sering terjadi di media sosial adalah kekesaran seksual pada anak dimana pengguna internet terbanyak adalah remaja. Sehingga peran orangtua terutama ibu dibutuhkan untuk membimbing dan mengawasi anak dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran gaya komunikasi ibu dalam mengembangkan literasi digital pada anak. Penelitian ini menggunakan teori parental mediation. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang ibu di Banda Aceh yang memiliki anak remaja berusia 16-19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi ibu sangat berpengaruh dalam meningkatkan literasi digital anak. Gaya komunikasi yang paling dominan digunakan oleh para informan adalah gaya komunikasi asertif yang ditandai dengan keterbukaan, saling menghormati, dan menekankan penjelasan logis serta contoh perilaku. Ibu yang menggunakan gaya ini berusaha menyampaikan pesan, aturan, atau nasehat secara jelas tanpa menekan anak, sambil tetap memperhatikan perspektif dan perasaan anak. Selanjutnya gaya komunikasi agresif yang ditandai dengan sikap dominan, memaksakan kehendak, atau menegakkan aturan secara keras tanpa memperhatikan perspektif anak. Sementara untuk gaya komunikasi pasif dan gaya komunikasi pasif-agresif jarang digunakan oleh orang tua.

Kata kunci: gaya komunikasi, literasi digital, remaja, orang tua, parental mediation theory

A common phenomenon on social media is sexual violence against children, with adolescents being the majority of internet users. Therefore, parents, especially mothers, are needed to guide and supervise their children's use of social media. This study aims to determine the role of mothers' communication styles in developing digital literacy in children. This study uses parental mediation theory. The method used in this study was qualitative, with data collection through semi- structured interviews. The informants in this study were five mothers in Banda Aceh with adolescent children aged 16-19. The results showed that maternal communication significantly influences children's digital literacy. The most dominant communication style used by the informants was assertive, characterized by openness, mutual respect, and an emphasis on logical explanations and behavioral examples. Mothers who use this style strive to convey messages, rules, or advice clearly without pressuring their children, while still considering their perspectives and feelings. Furthermore, aggressive communication styles are characterized by dominant attitudes, imposing will, or harshly enforcing rules without considering their children's perspectives. Passive communication styles and passive-aggressive communication styles are rarely used by parents. Keywords: communication style, digital literacy, adolescents, parents, parental mediation theory

Citation



    SERVICES DESK