<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710765">
 <titleInfo>
  <title>PENGUNAAN BAKTERI ASAM ASETAT ISOLAT CUKA AREN UNTUK MENGURANGI PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALFIA HIDAYATUN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGUNAAN BAKTERI ASAM ASETAT ISOLAT CUKA AREN UNTUK MENGURANGI PERTUMBUHAN Escherichia coli PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Bakteri asam asetat (BAA) berpotensi menjadi probiotik generasi berikutnya karena kemampuannya untuk bertahan pada kondisi pH asam, suhu tinggi, serta paparan asam empedu. Selain itu, bakteri asam asetat juga diketahui memiliki efek antimikroba alami yang dapat mengurangi pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penggunaan bakteri asam asetat isolat cuka aren dalam mengurangi pertumbuhan Escherichia coli pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi kedalam 4 kelompok perlakuan, yaitu kelompok (K1) kontrol negatif, (K2) kontrol positif, (P1) bakteri asam asetat 〖1.5x10〗^8 CFU/ml + E. coli patogen 〖1.5x10〗^8 CFU/ml dan (P2) bakteri asam asetat 〖 6.0x10〗^8 CFU/ml + E. coli patogen 〖1.5x10〗^8 CFU/ml. Bakteri asam asetat diberikan melalui sonde lambung secara oral pada hari ke-1 hingga hari ke-21. Infeksi E. coli patogen dilakukan secara oral menggunakan sonde lambung pada hari ke-8 hingga hari ke-14 Pengambilan sampel digesta sekum tikus dilakukan pada hari ke-22 dan dilakukan perhitungan koloni bakteri E. coli pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA) dan bakteri asam asetat pada media Pepton Yeast Glucose Agar (PYGA) dengan metode Total Plate Count (TPC). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. &#13;
Berdasarkan hasil penelitian, bakteri asam asetat isolat cuka aren terbukti mampu menurunkan pertumbuhan E. coli pada tikus putih, dengan kelompok P2 sebagai perlakuan paling efektif karena menunjukkan penurunan jumlah E. coli serta pertumbuhan jumlah koloni bakteri asam asetat yang paling tinggi.&#13;
&#13;
Kata kunci: Bakteri asam asetat, cuka aren, Escherichia coli&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710765</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 19:28:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:20:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>