<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710757">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI BAKTERI ENDOFIT ASAL TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENT.) UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU RALSTONIA SOLANACEARUM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Helpi Munasti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang menghasilkan minyak atsiri bernilai tinggi ekonomi tinggi. Namun, produktivitas tanaman nilam kerap mengalami penurunan akibat serangan penyakit, salah satunya adalah penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Penyakit ini sangat merusak dan sulit dikendalikan karena kemampuan patogen bertahan lama di tanah. Pengendalian penyakit layu bakteri masih mengandalkan penggunaan pestisida kimia. Pemanfaatan bakteri endofit sebagai agensia hayati, dilaporkan memiliki potensi untuk menekan pertumbuhan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi metabolit sekunder bakteri endofit asal tanaman nilam dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum.&#13;
Metode penelitian yang dilakukan untuk uji laboratorium adalah karakterisasi makroskopis dan mikroskopis, karakteristik biokimia dari isolat bakteri endofit, serta uji metabolit sekunder bakteri endofit isolat Bacillus sp1, klebsiella dan Bacillus sp2 terhadap Ralstonia solanacearum menggunakan metode difusi kertas cakram, sedangkan uji efektivitas dari isolat bakteri endofit dilapangan menggunakan metode observasi dilakukan dengan cara penyemprotan daun tanaman nilam (foliar spray), menggunakan tudor sprayer sampai permukaan daun basah, selanjutnya dilakukan penyiraman akar (soil drench), sebanyak 10 ml dengan konsentrasi ±10⁸ CFU/ml. Tujuh hari kemudian dilanjutkan dengan aplikasi bakteri patogen Ralstonia solanacearum dengan cara penyuntikan pada pangkal batang tanaman nilam. &#13;
Hasil penelitian dilaboratorium menunjukkan berdasarkan karakteristik makroskopis dan mikroskopis serta karakteristik biokimia dari tiga isolat bakteri endofit menunjukkan bahwa isolat bakteri endofit Bacillus sp1 dan Bacillus sp2 mempunyai kesamaan karakteristik dengan bakteri genus Bacillus, sedangkan isolat bakteri Klebsiella memiliki karakteristik yang sama dengan bakteri genus klebsiella. Daya hambat metabolit sekunder dari isolat bakteri endofit terhadap R. solanacearum melalui uji zona bening menunjukkan bahwa ketiga isolat bakteri endofit tersebut memiliki daya hambat yang lemah. Hasil uji lapangan suspensi bakteri endofit terhadap R. solanacearum menunjukkan bahwa efektifitas isolat bakteri endofit yang tertinggi adalah isolat Bacillus sp1 (tanpa adanya gejala), diikuti isolat Klebsiella dengan presentase serangan 54,09%, sedangkan isolat Bacillus sp2 tidak efektif.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710757</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 18:45:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:19:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>