Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HAMBATAN KOMUNIKASI PETUGAS PENYULUH IMUNISASI DENGAN ORANGTUA TERKAIT IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK (STUDI PADA PUSKESMAS KECAMATAN.MILA, KABUPATEN PIDIE)
Pengarang
AMANTA HAURA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Zakirah Azman - 198801122022032005 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2010102010050
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
302.2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Indonesia, khususnya di Aceh,
masih rendah dan belum memenuhi target nasional. Kabupaten Pidie
menjadi salah satu daerah dengan capaian terendah, termasuk Kecamatan
Mila yang pada tahun 2023 hanya mencapai 1,6%. Rendahnya capaian ini
dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran orang tua, maraknya hoaks mengenai
vaksin, serta keterbatasan akses ke layanan kesehatan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hambatan komunikasi yang dialami petugas
penyuluh imunisasi dengan orang tua terkait pemberian imunisasi dasar
lengkap pada anak di Puskesmas Mila, Desa Tuha Lala. Penelitian ini
menggunakan teori Knowledge Gap. Penelitian ini dianalisis dengan analisis
tematik deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Wawancara dilakukan
kepada 5 orang informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan
komunikator merupakan yang paling dominan, meliputi keterbatasan tenaga
kesehatan, persepsi posyandu sebagai kegiatan rutin yang “cukup
dilaksanakan saja”, serta keterlambatan kader dalam menyampaikan jadwal.
Hambatan penerima pesan terlihat pada orang tua yang kurang fokus, pasif,
atau memiliki pengetahuan awal terbatas mengenai imunisasi, sehingga
partisipasi aktif dan pemahaman informasi menurun. Hambatan media
muncul akibat alat bantu visual yang kurang jelas atau menarik, sementara
hambatan simbol/sandi terjadi ketika istilah medis yang digunakan kurang
familiar, misalnya istilah drop out yang disalahartikan sebagai putus
sekolah. Temuan ini sejalan dengan prinsip teori knowledge gap, yang
menyatakan bahwa individu dengan pengetahuan awal rendah cenderung
tertinggal dalam memahami informasi. Secara keseluruhan, efektivitas
komunikasi penyuluhan sangat bergantung pada kesiapan komunikator,
partisipasi penerima pesan, serta pemanfaatan media dan bahasa yang tepat
agar tujuan imunisasi dasar lengkap dapat tercapai secara optimal.
Kata kunci: Hambatan komunikasi, penyuluhan imunisasi, imunisasi
dasar lengkap, kader kesehatan, dan knowledge gap.
communication barriers experienced by immunization officers when interacting with parents regarding the administration of complete basic immunization for children at Puskesmas Mila, Desa Tuha Lala. The study applies the Knowledge Gap theory and uses descriptive thematic analysis based on interviews, observations, and documentation, involving five informants. The results indicate that communicator-related barriers are the most dominant, including limited health personnel, perception of posyandu as a routine activity that “is enough to be carried out,” and delays by cadres in informing the schedule. Receiver-related barriers are seen in parents who are less focused, passive, or have limited prior knowledge about immunization, reducing their active participation and understanding. Mediarelated barriers occur due to unclear or unattractive visual aids, while symbolrelated barriers emerge when medical terms are unfamiliar, such as the term drop out, which parents misunderstand as school dropout. These findings align with the Knowledge Gap theory, stating that individuals with low prior knowledge tend to lag in understanding information. Overall, the effectiveness of immunization counseling communication depends on the readiness of communicators, the participation of receivers, and the proper use of media and language to achieve the goal of complete basic immunization effectively. Keywords: Communication barriers, immunization counseling, complete basic immunization, health cadres, knowledge gap.
ANALISIS DETERMINAN PERILAKU IBU DALAM IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKSEMAS KOTA BANDA ACEH (Cut Fauziah, 2025)
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN IBU DAN JUMLAH ANAK DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS JAYA BARU BANDA ACEH (Annisa Soraya Putri, 2014)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASIRNDASAR DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASARRNPADA BALITA DI WILAYAH KECAMATANRNDARUSSALAM ACEH BESARRNTAHUN 2014 (Anggun Fantaria, 2014)
PENGARUH TOKOH AGAMA TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA ANAK USIA 1-5 TAHUNDI KECAMATAN DARUSSALAM, KABUPATENACEH BESAR, TAHUN 2012 (DIAN ZARINA RAHMI, 2016)
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PEKERJAAN IBU TERHADAP PEMBERIAN IMUNISASI HEPATITIS B0 DI POSYANDU PUSKESMAS JAYA BARU BANDA ACEH (HABIBATURRAHMI, 2016)