<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710729">
 <titleInfo>
  <title>PENGALAMAN MAHASISWA KEDOKTERAN MENJADI SUKARELAWAN DI GAZA, PALESTINA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmed M. A. Aburokba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Bencana dan konflik bersenjata menghadirkan tantangan besar bagi&#13;
sistem kesehatan, yang sering kali memerlukan keterlibatan relawan mahasiswa&#13;
kedokteran. Meskipun keterlibatan mereka memberikan dukungan kemanusiaan dan&#13;
peluang pembelajaran, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan,&#13;
batasan etik, dan dampak psikologis. &#13;
Tujuan: Artikel ini mengeksplorasi pengalaman seorang mahasiswa kedokteran &#13;
relawan di Gaza selama konflik 2023–2025, dengan menyoroti manfaat, tantangan, dan &#13;
implikasinya bagi pendidikan kedokteran. &#13;
Presentasi Kasus: Ahmed Aburokbah, seorang mahasiswa kedokteran tahun ketiga, &#13;
menjadi relawan di Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara setelah studinya terhenti &#13;
akibat perang. Tanggung jawabnya mencakup pelayanan gawat darurat, bantuan &#13;
ortopedi, penjadwalan operasi, penerjemahan, dan tindak lanjut pascaoperasi. Salah &#13;
satu kasus penting yang ditanganinya adalah trauma. Melalui pengalaman ini, ia &#13;
memperoleh keterampilan klinis dan penguatan pribadi yang signifikan. Namun, dia juga &#13;
dihadapkan dengan dilema etik dan tekanan psikologis. &#13;
Kesimpulan: Pengalaman Ahmed menggambarkan dua sisi relawan medis di zona&#13;
konflik yakni meningkatkan kompetensi klinis, membangun ketangguhan, dan&#13;
memperkuat identitas profesional, tetapi juga menimbulkan risiko emosional, etis,&#13;
dan hukum yang substansial. Pelatihan sebelum penugasan menjadi relawan,&#13;
dukungan psikologis yang terstruktur, dan penentuan tugas/peran yang jelas sangat&#13;
penting untuk memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan risiko. Kata kunci:&#13;
bencana, etik, kompetensi, konflik, perang, resiliensi.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710729</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 16:33:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-27 09:05:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>