Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI BAWANG MERAH MENGGUNAKAN SPRINKLER (STUDI KASUS USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA KAJHU KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR)
Pengarang
FARIS MUBARAQ - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Anwar Deli - 196509241995031001 - Dosen Pembimbing I
Widyawati - 197707302005012001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105102010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Usahatani bawang merah merupakan salah satu kegiatan agribisnis hortikultura yang memiliki peran penting dalam mendukung pendapatan petani dan penyediaan pangan, khususnya di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Meskipun bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi, petani masih menghadapi berbagai kendala dalam kegiatan usahatani, antara lain tingginya biaya produksi, keterbatasan tenaga kerja, serta ketergantungan pada sistem penyiraman manual yang kurang efisien. Penerapan teknologi irigasi seperti sistem irigasi sprinkler menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya produksi, tingkat keuntungan, kelayakan finansial, serta sensitivitas usahatani bawang merah yang menggunakan sistem irigasi sprinkle di Desa Kajhu. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 di Desa Kajhu dengan menggunakan pendekatan studi kasus terhadap satu orang petani bawang merah yang telah menerapkan sistem irigasi sprinkle. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis biaya dan pendapatan, analisis kelayakan finansial menggunakan R/C Ratio dan Break Even Point (BEP), serta analisis sensitivitas untuk melihat pengaruh perubahan biaya produksi, harga jual, dan tingkat produksi terhadap keuntungan dan kelayakan usahatani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi usahatani bawang merah pada lahan seluas 2.000 m² sebesar Rp24.074.083 per musim tanam, dengan total penerimaan sebesar Rp42.000.000 dan keuntungan bersih sebesar Rp17.925.917. Nilai R/C Ratio sebesar 1,74 menunjukkan bahwa usahatani bawang merah dengan sistem irigasi sprinkler layak dan menguntungkan untuk dijalankan. Hasil analisis BEP menunjukkan bahwa tingkat produksi dan harga jual aktual berada di atas titik impas, sehingga usahatani berada pada kondisi aman secara finansial. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa meskipun terjadi kenaikan biaya produksi atau penurunan harga dan produksi hingga 20%, usahatani bawang merah masih memberikan keuntungan, meskipun margin keuntungan mengalami penurunan.
Shallot farming is one of the horticultural agribusiness activities that plays an important role in supporting farmers' income and food supply, especially in Kajhu Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency. Although shallots have high economic value, farmers still face various obstacles in farming activities, including high production costs, limited labor, and dependence on inefficient manual irrigation systems. The application of irrigation technology such as sprinkler irrigation systems is one alternative to improve farming efficiency and profitability. This study aims to analyze the production cost structure, profit level, financial feasibility, and sensitivity of shallot farming using a sprinkler irrigation system in Kajhu Village. This study was conducted in 2025 in Kajhu Village using a case study approach on one shallot farmer who has implemented a sprinkler irrigation system. The analysis methods used included cost and income analysis, financial feasibility analysis using the R/C Ratio and Break Even Point (BEP), and sensitivity analysis to see the effect of changes in production costs, selling prices, and production levels on profits and the feasibility of farming. The results of the study show that the total production costs of red onion farming on an area of 2,000 m² amounted to Rp24,074,083 per planting season, with a total revenue of Rp48,148,166 per planting season.
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (Nuni afrina, 2021)
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L) DI KECAMATAN BANDA BARO, KABUPATEN ACEH UTARA (DAHLIANAWATI, 2020)
ANALISIS STUDI KELAYAKAN USAHA PETANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Yeni Maya Safira, 2021)
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHATANINYA DI KECAMATAN LAUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (HERLINA FITRYANI, 2018)
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) DI DESA LAM MANYANG KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Nurida Arafah, 2017)