INOVASI CAMPURAN ASPAL POROUS DENGAN SUBSTITUSI MOLASE TERHADAP SIFAT FISIS ASPAL, KEKUATAN CAMPURAN DAN KEBERLANJUTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

INOVASI CAMPURAN ASPAL POROUS DENGAN SUBSTITUSI MOLASE TERHADAP SIFAT FISIS ASPAL, KEKUATAN CAMPURAN DAN KEBERLANJUTAN


Pengarang

Rita Zahara - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darmadi - 196603231993031003 - Dosen Pembimbing I
Yusria Darma - 197301301999031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2404203010003

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S2) / PDDIKTI : 24101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Kimia., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Aspal berpori dirancang untuk meningkatkan kemampuan drainase permukaan. Namun, menjaga kekuatan struktural campuran tetap menjadi tantangan utama. Penelitian ini mengkaji penggunaan molase sebagai substitusi/ bahan tambah pada campuran aspal berpori untuk meningkatkan performa campuran tanpa mengurangi nilai permeabilitas secara signifikan. Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan aspal Pen 60/70 dengan Kadar Aspal Optimum (KAO) 5,624% dan filler semen 3,5%. Molase ditambahkan pada empat variasi yaitu 0%, 3%, 6%, dan 9% dari berat total campuran. Evaluasi dilakukan melalui pengujian sifat fisis aspal (titik lembek, berat jenis, penetrasi, dan daktilitas), pengujian karakteristik Marshall (stabilitas, flow, density, Void in Mix/VIM, dan Marshall Quotient/MQ), serta uji permeabilitas untuk menilai kemampuan aliran air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar molase memengaruhi sifat mekanis dan hidraulik campuran aspal berpori. Variasi molase 6% memberikan keseimbangan performa terbaik ditunjukkan oleh nilai stabilitas Marshall tertinggi sebesar 638,56 kg dan nilai flow 3,10 mm yang keduanya memenuhi persyaratan spesifikasi. Nilai rongga udara (VIM) meningkat sedikit menjadi 19,07% pada molase 6% dan tetap berada dalam rentang rekomendasi 18–25%, sedangkan nilai MQ mencapai puncak 207,20 kg/mm serta masih berada di bawah batas maksimum yang diizinkan. Dari sisi drainase, permeabilitas menurun seiring peningkatan molase dari 0,19 cm/detik (0%) menjadi 0,11 cm/detik (6%), lalu sedikit meningkat menjadi 0,12 cm/detik pada 9%. Meskipun demikian, seluruh variasi campuran tetap memenuhi kisaran standar permeabilitas 0,1–0,5 cm/detik. Secara keseluruhan, substitusi molase sebesar 6% direkomendasikan sebagai kadar optimum karena mampu meningkatkan stabilitas dan kekakuan campuran sekaligus mempertahankan permeabilitas yang memadai.

Porous asphalt is designed to improve surface drainage. However, maintaining adequate structural strength remains a major challenge. This study examines the use of molasses as a substitute/additive in porous asphalt mixtures to enhance mixture performance without significantly reducing permeability. Laboratory testing was conducted using Pen 60/70 asphalt with an Optimum Asphalt Content (OAC) of 5.624% and 3.5% cement filler. Molasses was added at four levels: 0%, 3%, 6%, and 9% by total mixture weight. The evaluation included binder physical properties (softening point, specific gravity, penetration, and ductility), Marshall characteristics (stability, flow, density, Void in Mix/VIM, and Marshall Quotient/MQ) and permeability testing to assess water flow capability. The results indicate that molasses content influences both the mechanical and hydraulic properties of porous asphalt mixtures. The 6% molasses variation provided the best performance balance demonstrated by the highest Marshall stability of 638.56 kg and a flow value of 3.10 mm both meeting specification requirements. Air voids (VIM) slightly increased to 19.07% at 6% molasses and remained within the recommended 18–25% range, while the MQ peaked at 207.20 kg/mm and stayed below the maximum allowable limit. In terms of drainage, permeability decreased with increasing molasses, from 0.19 cm/s (0%) to 0.11 cm/s (6%), then slightly increased to 0.12 cm/s at 9%. Nevertheless, all mixture variations still satisfied the standard permeability range of 0.1–0.5 cm/s. Overall, a 6% molasses substitution is recommended as the optimum level because it improves mixture stability and stiffness while maintaining adequate permeability.

Citation



    SERVICES DESK