<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710689">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN KELAINAN REFRAKSI DENGAN KELAINAN REFRAKSI PADA SISWA SD IT AL-AZHAR CAIRO BANDA ACEH TAHUN 2024</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ADAM ABRAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Refraksi adalah proses pembiasan cahaya yang terjadi ketika cahaya memasuki mata dan difokuskan pada retina. Proses ini melibatkan berbagai komponen mata, termasuk kornea, lensa, dan vitreous humor. Ketika cahaya masuk ke mata, kornea dan lensa membengkokkan cahaya sehingga gambar yang diterima dapat difokuskan dengan jelas pada retina. Jika proses refraksi ini tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi kelainan refraksi, yang dapat menyebabkan penglihatan kabur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan metode cross-sectional (potong lintang). Desain ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel tingkat pengetahuan kelainan refraksi dan kejadian kelainan refraksi pada siswa SD Al-Azhar Cairo Banda Aceh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa di SD Al-Azhar Cairo Banda Aceh yang menjawab pertanyaan dengan kurang mengalami kelainan refraksi, yaitu sebanyak 14 siswa (56,0%). Sedangkan siswa dengan tingkat pengetahuan baik tidak mengalami kelainan refraksi, sebanyak 81 siswa (94,2%). Penurunanan tingkat ketajam refraksi biasanya tidak disadari oleh siswa karena pemahaman siswa terhadap kondisi yang terjadi masih belum maksimal. Hasil analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman, hasil menunjukan P-value sebesar 0,0001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kelainan refraksi dengan kelainan refraksi pada siswa SD Al-Azhar Cairo Banda Aceh.&#13;
 &#13;
Kata kunci: Tingkat pengetahuan, kelainan refraksi, siswa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710689</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 15:29:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 15:58:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>