OPTIMASI KINERJA ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN COAL GETTING DENGAN MENERAPKAN TEORI ANTRIAN DI PT. MIFA BERSAUDARA, MEUREUBO, ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMASI KINERJA ALAT GALI MUAT DAN ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN COAL GETTING DENGAN MENERAPKAN TEORI ANTRIAN DI PT. MIFA BERSAUDARA, MEUREUBO, ACEH BARAT


Pengarang

Muhammad Zaid Alfatih - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nurul Aflah - 198308162012122002 - Dosen Pembimbing I
Haqul Baramsyah - 198411282015041002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2104108010012

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Pertambangan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

622.334

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kegiatan coal getting merupakan tahapan penting dalam operasional tambang batubara yang memerlukan keseimbangan kinerja antara alat gali muat dan alat angkut untuk mencapai produktivitas dan efisiensi optimal. Namun, kondisi aktual di PT Mifa Bersaudara masih menunjukkan adanya antrian dumptruck dan waktu tunggu di front loading yang mengindikasikan ketidakseimbangan sistem kerja. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis dan mengoptimasi kinerja alat gali muat dan alat angkut pada kegiatan coal getting melalui pendekatan teori antrian guna memperoleh kombinasi alat yang lebih efisien. Metode penelitian dilakukan dengan pengambilan data primer berupa waktu siklus, produktivitas, dan efisiensi kerja alat, serta data sekunder dari catatan operasional perusahaan, yang dianalisis menggunakan model antrian untuk menentukan tingkat kedatangan, tingkat pelayanan, waktu tunggu, dan tingkat utilisasi alat. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas produksi alat gali muat dan kapasitas angkut dumptruck, di mana excavator E5508 dan E5506 masing-masing memiliki produktivitas sebesar 250,8 ton/jam dan 209 ton/jam, sedangkan produktivitas rata-rata dumptruck hanya sebesar 41,8 ton/jam, sehingga laju kedatangan truk tidak mampu mengimbangi kapasitas pelayanan excavator dan menyebabkan peningkatan waktu tunggu. Hasil optimasi menunjukkan bahwa pada fleet 1 diperlukan penambahan 1 unit dumptruck yang mampu meningkatkan kontinuitas suplai material dan menaikkan produksi bulanan sebesar 19.286,5 ton, sedangkan pada fleet 2 sistem telah berada pada kondisi seimbang. Dengan demikian, teori antrian terbukti efektif sebagai dasar kuantitatif dalam optimasi kinerja alat pada kegiatan coal getting

Coal getting is a crusial activity in coal mining operations that requires a balanced performance between loading and hauling equipment to achieve optimal productivity and operational efficiency. However, the actual conditions at PT Mifa Bersaudara still indicate the presence of dumptruck queues and waiting time at the loading front, which reflect an imbalance in the operating system. This study aimed to analyze and optimize the performance of loading and hauling equipment in coal getting activities by applying queueing theory to obtain a more efficient equipment combination. The research method involved collecting primary data in the form of cycle time, productivity, and equipment work efficiency, as well as secondary data from the company’s operational records. These data were analyzed using a queueing utilization levels. The results showed an imbalance between the production capacity of loading equipment and the hauling capacity of dump truck, where excavator E5508 and E5506 achieved productivities of 250,8 tons/hour and 209 tons/hour, respectively, while the average productivity of dumptrucks was only 41,8 tons/hour. This condition caused the truck arrival rate to be insufficient to match the service capacity of the excavators, resulting in increased waiting time. Optimization results indicated that fleet 1 required the addition of one dumptruck, which improved material supply continuity and increased monthly production by 19.286,5 tons, while fleet 2 was already operating under balanced conditions. Therefore, queueing theory was proven to be effective as a quantitative basis for optimizing equipment performance in coal getting activities

Citation



    SERVICES DESK