<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710649">
 <titleInfo>
  <title>SIGNIFIKANSI PROGRAM SIARAN MITIGASI BENCANA DI STASIUN TELEVISI REPUBLIK INDONESIA (TVRI) ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahyar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Magister Ilmu Kebencanaan</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam akibat posisinya di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia dan kawasan Ring of Fire. Kondisi ini menuntut strategi mitigasi yang tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga nonstruktural, seperti peningkatan literasi dan komunikasi publik tentang kebencanaan. Dalam konteks ini, TVRI Aceh memiliki peran strategis sebagai lembaga penyiaran publik dalam menyampaikan pesan mitigasi yang edukatif dan berbasis nilai budaya lokal. Namun, efektivitas program siaran tersebut belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis persepsi, literasi kebencanaan, dan sensitivitas budaya lokal masyarakat terhadap program siaran mitigasi bencana di TVRI Aceh; (2) mengidentifikasi peran dan keterlibatan lembaga penyiaran serta pemangku kepentingan; dan (3) merumuskan strategi pengembangan siaran mitigasi berbasis partisipasi dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan pendekatan deskriptif melalui survei, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan secara deskriptif, tematik, dan dilengkapi dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program siaran mitigasi bencana di TVRI Aceh dinilai baik oleh sebagian besar responden dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat. Program ini juga dianggap mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, meskipun koordinasi lintas lembaga masih perlu diperkuat. Kesimpulannya, program TVRI Aceh berperan penting dalam membangun kesadaran dan budaya sadar risiko masyarakat melalui penyiaran berbasis edukasi, budaya, dan kolaborasi kelembagaan.&#13;
&#13;
Kata kunci: TVRI Aceh, mitigasi bencana, komunikasi publik, literasi kebencanaan, budaya lokal. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710649</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 14:03:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 15:24:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>