<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710603">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA L.) GAYO TERHADAP EKSPRESI GEN LASR, PSLA, DAN PELA YANG BERPERAN DALAM PEMBENTUKAN BIOFILM PSEUDOMONAS AERUGINOSA ATCC 27853</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Imamsyah Asefi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Pseudomonas aeruginosa  merupakan bakteri oportunistik yang mampu membentuk biofilm sehingga berperan penting dalam peningkatan virulensi dan resistensi terhadap antibiotik. Pembentukan biofilm dikendalikan oleh berbagai gen regulator dan struktural, di antaranya lasR sebagai regulator Quorum Sensing  serta pslA dan pelA sebagai gen struktural penyusun matriks ekstraseluler (EPS). Kopi Arabika Gayo (Coffea arabica L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antibiofilm ekstrak Kopi Arabika Gayo terhadap P. aeruginosa ATCC 27853 sebagai dasar pendekatan molekuler terhadap ekspresi gen lasR, pslA, dan pelA yang berperan dalam pembentukan biofilm P. aeruginosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan ekstrak biji Kopi Arabika Gayo yang diperoleh melalui metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Komposisi bioaktif ekstrak dianalisis dengan uji fitokimia dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Aktivitas antibiofilm diamati melalui uji hambat serta degradasi biofilm pada inkubasi 24 dan 48 jam pada konsentrasi 0,25% dan 0,125%. RNA hasil kultur diekstraksi dan disintesis menjadi cDNA menggunakan kit komersial. Optimasi amplifikasi gen lasR, pslA, dan pelA dilakukan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional. Analisis ekspresi gen lasR, pslA, dan pelA direncanakan menggunakan metode Quantitative PCR, namun belum dapat dilakukan karena keterbatasan teknis. Ekstrak Kopi Arabika Gayo mengandung berbagai senyawa bioaktif hasil analisis GC-MS, antara lain caffeine, 2-furanmethanol, desulphosinigrin, dan senyawa bioaktif turunan lainnya. Pengujian aktivitas antibiofilm menunjukkan bahwa konsentrasi 0,25% dan 0,125% mampu menghambat dan mendegradasi biofilm P. aeruginosa. Pada uji degradasi biofilm, konsentrasi paling efektif pada inkubasi 24 jam adalah 0,25%, sedangkan pada inkubasi 48 jam adalah 0,125%. Optimasi PCR gen lasR, pslA, dan pelA telah berhasil dilakukan dan menghasilkan produk berukuran 130 bp, 149 bp, dan 119 bp.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kopi Arabika Gayo, Pseudomonas aeruginosa, biofilm, antibiofilm, GC-MS&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710603</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 12:18:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 14:31:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>