<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710589">
 <titleInfo>
  <title>VISUALISASI SPASIAL PESERTA KB AKTIF DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Zikri Yusra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya strategis pemerintah untuk&#13;
mengendalikan pertumbuhan penduduk, namun implementasinya sering menghadapi&#13;
kendala pemantauan akibat data yang bersifat statis dan tidak berbasis lokasi. Hal ini&#13;
menyulitkan pemangku kebijakan dalam memahami pola sebaran peserta untuk&#13;
alokasi sumber daya yang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan memvisualisasikan&#13;
dan menganalisis pola sebaran spasial peserta KB aktif di seluruh Kabupaten/Kota&#13;
Provinsi Aceh periode Januari hingga Oktober 2024 menggunakan Sistem Informasi&#13;
Geografis (SIG). Data peserta KB aktif dan Pasangan Usia Subur (PUS) diolah&#13;
menggunakan ArcGIS 10.8 dengan metode klasifikasi Jenks Natural Breaks menjadi&#13;
5 kelas prevalensi, yaitu: Sangat Rendah, Rendah, Sedang, Tinggi, dan Sangat Tinggi.&#13;
Hasil visualisasi menunjukkan ketimpangan spasial yang signifikan antara wilayah&#13;
dataran tinggi dan pesisir. Wilayah Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues&#13;
konsisten berada pada kategori &quot;Sangat Tinggi&quot;. Sebaliknya, Kabupaten Bireuen&#13;
konsisten berada pada kategori &quot;Sangat Rendah&quot; dengan tingkat prevalensi 41,44%&#13;
pada awal tahun. Dinamika perubahan terlihat pada Oktober 2024, di mana wilayah&#13;
kategori &quot;Sangat Rendah&quot; bertambah menjadi tiga kabupaten (Bireuen, Aceh Barat,&#13;
dan Lhokseumawe) akibat penurunan kinerja. Namun, Kabupaten Aceh Jaya&#13;
mencatatkan peningkatan signifikan dengan naik dua tingkat dari kategori &quot;Rendah&quot;&#13;
menjadi &quot;Tinggi&quot;. Penelitian ini menyimpulkan bahwa visualisasi spasial efektif&#13;
memetakan dinamika kinerja program KB dan mengidentifikasi wilayah prioritas&#13;
intervensi.&#13;
Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, Keluarga Berencana, Visualisasi Spasial,&#13;
Prevalensi, Provinsi Aceh.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710589</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 12:01:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 14:36:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>