PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN EFISIENSI AGRONOMIS PADI (ORYZA SATIVA L) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN EFISIENSI AGRONOMIS PADI (ORYZA SATIVA L)


Pengarang

NURUL HAFIDHAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hifnalisa - 196409111992032001 - Dosen Pembimbing I
Yadi Jufri - 196511271990091001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105108010041

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.18

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia sehingga peningkatan produktivitasnya menjadi hal penting dalam mendukung ketahanan pangan. Produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.) sangat dipengaruhi oleh efisiensi agronomis yang mencerminkan kemampuan tanaman dalam merespon pemberian hara melalui pertumbuhan dan pembentukan hasil.Pupuk kandang merupakan salah satu bahan organik yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah serta membantu meningkatkan ketersediaan fosfor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang yang dikombinasikan dengan pupuk fosfat terhadap pertumbuhan, hasil, dan efisiensi agronomis tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan Perlakuan yang digunakan terdiri atas enam taraf, yaitu K0 (tanpa pupuk), K1 (5 ton ha⁻¹ pupuk kandang + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K2 (10 ton ha⁻¹ pupuk kandang + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K3 (15 ton ha⁻¹ pupuk kandang + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K4 (20 ton ha⁻¹ pupuk kandang + 200 kg ha⁻¹ SP-36), dan K5 (25 ton ha⁻¹ pupuk kandang + 200 kg ha⁻¹ SP-36) pada tanaman padi varietas Ciherang yang ditanam di tanah Inceptisol parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan produksi serta efisiensi agronomis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan tanaman padi yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah malai, namun menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan nilai pada perlakuan tertentu, dengan tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan K4 sebesar 108,03 cm, serta jumlah anakan dan jumlah malai tertinggi pada perlakuan K3 masing-masing sebesar 22,00 anakan dan 25,00 malai per rumpun. Pemberian pupuk kandang yang dikombinasikan dengan pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap komponen hasil dan efisiensi agronomis pemupukan fosfor. Berat gabah berisi tertinggi diperoleh pada perlakuan K2 sebesar 46,67 g, dan nilai efisiensi agronomis tertinggi juga dicapai pada perlakuan K2 sebesar 22,22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kandang pada dosis menengah lebih efektif dalam meningkatkan hasil dan efisiensi pemupukan fosfor dibandingkan peningkatan dosis pupuk kandang yang lebih tinggi, sehingga berpotensi mendukung budidaya padi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Rice is a major staple food commodity in Indonesia; therefore, increasing its productivity is crucial for supporting national food security. The productivity of rice plants (Oryza sativa L.) is strongly influenced by agronomic efficiency, which reflects the plant’s ability to respond to nutrient application through growth and yield formation. Farmyard manure is an organic amendment that can improve the physical, chemical, and biological properties of soil and enhance phosphorus availability. This study aimed to evaluate the effect of farmyard manure combined with phosphate fertilizer on growth, yield, and agronomic efficiency of rice (Oryza sativa L.). The experiment was conducted using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with six treatments: K0 (no fertilizer), K1 (5 t ha⁻¹ farmyard manure + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K2 (10 t ha⁻¹ farmyard manure + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K3 (15 t ha⁻¹ farmyard manure + 200 kg ha⁻¹ SP-36), K4 (20 t ha⁻¹ farmyard manure + 200 kg ha⁻¹ SP-36), and K5 (25 t ha⁻¹ farmyard manure + 200 kg ha⁻¹ SP-36). The study was conducted on Ciherang rice grown on Inceptisol soil. Observed parameters included growth characteristics, yield components, and agronomic efficiency. The results showed that the application of farmyard manure had no significant effect on rice growth parameters, including plant height, number of tillers, and number of panicles; however, certain treatments exhibited an increasing trend. The highest plant height was observed in treatment K4 (108.03 cm), while the highest number of tillers and panicles were recorded in treatment K3, with 22.00 tillers and 25.00 panicles per hill, respectively. The combination of farmyard manure and phosphate fertilizer significantly affected yield components and the agronomic efficiency of phosphorus fertilization. The highest filled grain weight was obtained in treatment K2 (46.67 g), and the highest agronomic efficiency value was also achieved in K2 (22.22). These findings indicate that the application of farmyard manure at a moderate rate is more effective in improving rice yield and phosphorus fertilization efficiency than higher manure application rates, suggesting its potential to support more efficient and sustainable rice cultivation.

Citation



    SERVICES DESK