<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710551">
 <titleInfo>
  <title>SISTEM MANAJEMEN DAN ANALISIS DATA IKLIM  DENGAN METODE HOLT WINTERS (STUDI KASUS :</title>
  <subTitle> ACEH BESAR)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dzulkiram Hilmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peramalan iklim merupakan pendekatan penting dalam mendukung pengam- bilan keputusan di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan, khususnya pada sistem sawah tadah hujan di wilayah Aceh Besar. Penelitian ini mengembangkan sistem informasi kalender tanam dinamis berbasis peramalan iklim dengan memanfaatkan data harian dari tiga sumber berbeda yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Citra satelit serta National Aeronautics and Space Administration (NASA). Data iklim yang digunakan meliputi curah hujan, suhu udara, kelembaban udara relatif, dan radiasi matahari, yang dikelola menggunakan basis data NoSQL untuk mendukung integrasi dan pengolahan data. Metode peramalan yang diterapkan adalah Holt–Winters Exponential Smoothing karena kemampuannya dalam menangkap pola musiman dan tren pada data deret waktu. Evaluasi model dilakukan dengan beberapa skenario pembagian data pelatihan dan pengujian, yaitu 70:30, 80:20, dan 90:10, menggunakan metrik Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil pengujian me- nunjukkan bahwa konfigurasi terbaik umumnya diperoleh pada pembagian data 80:20 untuk variabel suhu udara dan radiasi matahari, sedangkan kelembaban udara relatif menunjukkan performa terbaik pada skenario 70:30. Sementara itu, variabel curah hujan menunjukkan hasil terbaik pada skenario 90:10. Akurasi model menghasilkan RMSE 12,97, MAE 5,19, dan MAPE 55,21% untuk curah hujan; RMSE 0,97, MAE 0,76, dan MAPE 2,74% untuk suhu udara; RMSE 12,39, MAE 10,04, dan MAPE 13,23% untuk kelembaban udara relatif; serta RMSE 8,63, MAE 7,08, dan MAPE 48,80% untuk radiasi matahari. Hasil peramalan ini digunakan sebagai dasar penyusunan kalender tanam padi sawah di wilayah Aceh Besar, yang menunjukkan periode tanam optimal berlangsung dari bulan 28 September 2025 hingga 6 Februari 2026, sedangkan periode bera terjadi pada 1 Juli hingga 27 September 2025 serta 7 Februari hingga 26 Maret 2026. Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat mendukung perencanaan waktu tanam yang lebih adaptif terhadap dinamika iklim</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710551</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:14:47</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:22:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>