<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1710547">
 <titleInfo>
  <title>SLEEPCALL SEBAGAI BENTUK INTERAKSI DIGITAL (FENOMENA SLEEPCALL PADA KOS PONDOK FITRI LIMPOK ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nia Oktavia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas Fisipol (S1)</publisher>
   <dateIssued>2026</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan  teknologi komunikasi di era  digital telah  membawa  perubahan dalam pola interaksi sosial, khusunya di kalangan generasi muda. Salah satu bentuk interaksi digital  yang  berkembang  adalah  fenomena  sleep  call,  yaitu  aktivitas komunikasi melalui panggilan suara atau video yang dilakukan hingga tertidur. Fenomena ini banyak ditemukan pada mahasiswa yang tinggal dikos dan hidup jauh dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan makna sleep call sebagai bentuk interaksi digital serta bagaimana praktik tersebut dipertahankan dan berkembang menjadi rutinitas dalam hubungan interpersonal mahasiswi penghuni Kos Pondok Fitri Limpok, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari empat mahasiswi yang aktif melakukan sleep call. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi.  Analisis data menggunakan tahapan analisis  fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, serta dampak emosional dan sosial dari praktik sleep call. Penelitian ini dianalisis menggunakan perspektif teori interaksionisme simbolik untuk memahami makna yang dibangun melalui simbol- simbol dalam interaksi digital. Penelitian ini menunjukan bahwa sleep call dimaknai sebagai bentuk kehadiran, kenyamanan, dan keamanan emosional dalam hubungan interpersonal. Praktik ini kemudian berkembang menjadi rutinitas digital yang dianggap penting dan sulit ditinggalkan. Ketika sleep call tidak dilakukan, muncul reaksi emosional seperti kecemasan, perubahan suasana hati, dan perasaan kehilangan. Selain itu, sleep call juga berdampak pada pola tidur dan berpotensi menimbulkan ketergantungan emosional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan emosi dan pengaturan batasan dalam komunikasi digital agar hubungan tetap sehat dan seimbang.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Sleep Call, Interaksi Digital, Interaksionisme Simbolik&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DIGITAL MEDIA - SOCIOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>302.231</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1710547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:13:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-01-26 11:47:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>