SLEEPCALL SEBAGAI BENTUK INTERAKSI DIGITAL (FENOMENA SLEEPCALL PADA KOS PONDOK FITRI LIMPOK ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

SLEEPCALL SEBAGAI BENTUK INTERAKSI DIGITAL (FENOMENA SLEEPCALL PADA KOS PONDOK FITRI LIMPOK ACEH BESAR)


Pengarang

Nia Oktavia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Ikramatoun - 199007012019032024 - Dosen Pembimbing I
Yuva Ayuning Anjar - 199301082019032020 - Penguji
Cut Lusi Chairun Nisak - 199103022022032004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210101010096

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : fakultas Fisipol (S1)., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.231

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan teknologi komunikasi di era digital telah membawa perubahan dalam pola interaksi sosial, khusunya di kalangan generasi muda. Salah satu bentuk interaksi digital yang berkembang adalah fenomena sleep call, yaitu aktivitas komunikasi melalui panggilan suara atau video yang dilakukan hingga tertidur. Fenomena ini banyak ditemukan pada mahasiswa yang tinggal dikos dan hidup jauh dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan makna sleep call sebagai bentuk interaksi digital serta bagaimana praktik tersebut dipertahankan dan berkembang menjadi rutinitas dalam hubungan interpersonal mahasiswi penghuni Kos Pondok Fitri Limpok, Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari empat mahasiswi yang aktif melakukan sleep call. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan analisis fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif, pemaknaan, serta dampak emosional dan sosial dari praktik sleep call. Penelitian ini dianalisis menggunakan perspektif teori interaksionisme simbolik untuk memahami makna yang dibangun melalui simbol- simbol dalam interaksi digital. Penelitian ini menunjukan bahwa sleep call dimaknai sebagai bentuk kehadiran, kenyamanan, dan keamanan emosional dalam hubungan interpersonal. Praktik ini kemudian berkembang menjadi rutinitas digital yang dianggap penting dan sulit ditinggalkan. Ketika sleep call tidak dilakukan, muncul reaksi emosional seperti kecemasan, perubahan suasana hati, dan perasaan kehilangan. Selain itu, sleep call juga berdampak pada pola tidur dan berpotensi menimbulkan ketergantungan emosional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengelolaan emosi dan pengaturan batasan dalam komunikasi digital agar hubungan tetap sehat dan seimbang.


Kata Kunci: Sleep Call, Interaksi Digital, Interaksionisme Simbolik

The development of communication technology in the digital era has transformed patterns of social interaction, particularly among young people. One emerging form of digital interaction is the phenomenon of sleep call, defined as voice or video calls conducted until one or both participants fall asleep. This practice is commonly found among university students, especially female students living in boarding houses away from their families. This study aims to examine the process of meaning construction of sleep call as a form of digital interaction and to understand how it is maintained and becomes a routine in interpersonal relationships among female residents of Pondok Fitri Boarding House, Limpok, Aceh Besar. This study employs a qualitative approach using a phenomenological method. Informants were selected purposively and consisted of four female students who actively engage in sleep call. Data were collected through in-depth interviews and documentation. Data analysis followed phenomenological analysis stages to explore lived experiences, meanings, and the emotional and social impacts of sleep call. The analysis is based on symbolic interactionism theory to understand how meanings are formed through symbols in digital interactions. The findings indicate that sleep call is perceived as a form of presence, comfort, and emotional security. Over time, it develops into a digital routine considered essential. When sleep call does not occur, participants experience emotional reactions such as anxiety, mood changes, and feelings of loss. In addition, sleep call affects sleep patterns and may lead to emotional dependency. Therefore, this study recommends emotional regulation and clear boundaries in digital communication to maintain healthy interpersonal relationships. Keywords: Sleep Call, Digital Interaction, Symbolic Interactionism

Citation



    SERVICES DESK