PENERAPAN GEOSTATISTIKA UNTUK PEMETAAN LAJU INFILTRASI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENERAPAN GEOSTATISTIKA UNTUK PEMETAAN LAJU INFILTRASI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Muhammad Ghazali - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darusman - 196210091987021001 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Rusdi - 197704012006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105108010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, seiring dengan pesatnya proses urbanisasi, mengakibatkan terjadinya perubahan penggunaan lahan yang signifikan, sehingga lahan terbuka dan ruang terbuka hijau semakin berkurang. Hal ini menyebabkan menurunnya kemampuan tanah menyerap dan menyimpan air, sehingga memperbesar risiko terjadinya genangan air. Infiltrasi merupakan proses air hujan atau air permukaan dapat masuk ke dalam pori-pori tanah. Laju infiltrasi merupakan tingkat kecepatan air meresap ke dalam tanah melalui permukaan tanah, biasanya dinyatakan dalam satuan milimeter per jam (mm/jam). Pengukuran laju infiltrasi dilakukan dengan menggunakan double ring infiltrometer pada berbagai titik yang mewakili 13 kelas penggunaan lahan berbeda. Metode model Horton digunakan untuk menghitung laju infiltrasi sementara pendekatan geostatistika melalui interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW), diterapkan untuk menganalisis dan memetakan laju infiltrasi air ke dalam profil tanah. Data pengukuran tersebut dianalisis dalam perangkat lunak GIS menggunakan interpolasi IDW untuk mendapatkan peta distribusi spasial laju infiltrasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju infiltrasi berbeda-beda pada semua titik pengamatan. Berdasarkan peta IDW menunjukkan bahwa wilayah dengan kategori infiltrasi lambat umumnya berada di area permukiman padat, pusat kota, dan kawasan perdagangan/jasa, yang ditandai oleh rendahnya nilai infiltrasi (

Continuous population growth, accompanied by rapid urbanization, has led to significant changes in land use, resulting in a reduction of open land and green open spaces. This condition decreases the soil’s ability to absorb and store water, thereby increasing the risk of waterlogging and surface inundation. Infiltration is the process by which rainwater or surface water enters soil pores. The infiltration rate refers to the speed at which water penetrates the soil through the ground surface, usually expressed in millimeters per hour (mm/hour). The infiltration rate was measured using a double-ring infiltrometer at various points representing 13 different land-use classes. The Horton model was applied to calculate infiltration rates, while a geostatistical approach using Inverse Distance Weighting (IDW) interpolation was employed to analyze and map water infiltration into the soil profile. The measurement data were analyzed using GIS software with IDW interpolation to generate a spatial distribution map of infiltration rates. The results indicate that infiltration rates vary across all observation points. Based on the IDW map, areas categorized as having slow infiltration are generally located in densely populated residential areas, city centers, and commercial/service zones, characterized by low infiltration values (

Citation



    SERVICES DESK